Teknik Analisis Kromatografi Gas
Analisis Kromatografi Gas
KELAS TATAP MUKA   SCHEDULED

Teknik Analisis Kromatografi Gas

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Pelatihan hanya akan dijalankan bila ada
lebih dari 3 pendaftar.
10-11 Juni 2021
09.00 - 16.30 WIB
Bandung
Hotel Golden Flower*
Hotel IBIS Pasteur*
Zest Hotel Sukajadi*
Serela Merdeka*
"Kepastian tempat akan kami beritahukan kemudian."
Rp 5.000.000

*Harga tidak termasuk pajak

REGISTRASI

DESKRIPSI

Kromatografi adalah sebuah metode pemisahan campuran dari komponen-komponennya dengan tujuan menguji kemurnian bahan tertentu. Kromatografi dibedakan atas dua fase, yaitu fase diam (zat padat/cair) dan fase gerak (zat cair/gas). Dengan demikian kromatografi gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak.

Teknik kromatografi gas telah banyak digunakan dalam berbagai bidang pengujian. Sebagai contoh diantaranya pemisahan polusi udara, pemisahan pestisida, pengujian di klinik-klinik kesehatan, pengujian pada bahan-bahan pelapis (polimer), pengujian kualitas minyak, campuran atau kemasan makanan.

Teknik analisis kromatografi gas merupakan salah satu teknik analisis instrumental kimia gas disamping teknik spektrofotometri dan elektroanalisis kimia. Lebih dari itu GC-MS dapat dipakai untuk menentukan massa atau berat molekul suatu senyawa dengan fragmentasinya sebagai salah satu analisis struktur atau elusidasi struktur. Investasi besar dalam peralatan-peralatan di atas amatlah penting dalam menunjang misi laboratorium. Tetapi pemanfaatannya amat bergantung pada kemampuan sumber daya manusia.

Kurangnya pemahaman teori dasar dan spektrum aplikasi serta pemeliharaan akan menyebabkan kurang optimal pemanfaatannya dan bahkan banyak peralatan yang idle atau rusak dan tidak bermanfaat. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat membantu industri, laboratorium jasa, lembaga litbang dan perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu tenaga laboratorium.

Perkembangan dalam bidang analisis dan tuntutan jaminan mutu hasil analisis, menuntut semakin diperlukannya dukungan peralatan yang handal dan bermutu. Kelengkapan peralatan untuk memperlancar kegiatan analisis suatu laboratorium pengujian tidak dapat dipungkiri lagi. GC-MS merupakan salah satu contoh nyata peralatan yang cukup populer dimanfaatkan di berbagai industri dimana ketangguhan dan kepraktisannya untuk analisis gas hingga kini belum ada tandingannya. Untuk menjaga kehandalan intrumen GC sangat diperlukan operator yangg memahami proses kalibrasi, verifikasi dan trubleshooting instrumen GC.

Sasaran Pelatihan

  1. Mempunyai pengetahuan dasar dan keterampilan dalam menggunakan Gas Chromatography (GC).
  2. Mengetahui kelebihan dan keterbatasan serta cara memperolah data yang handal dari berbagai cara teknik kromatografi gas.
  3. Mempunyai kesadaran dan menguasai teknik pemeliharaan agar peralatan mempunyai umur pakai yang memadai.

Outline materi

Teknik Analisis Kromatografi Gas: Kalibrasi, Verifikasi dan Troubleshooting pada GC-MS

  1. Tinjauan umum : Dasar-dasar kromatografi dan maintenance peralatan laboratorium.
  2. Teori dasar GC dan peralatan.
  3. Teknik Hyphenated GC-MS dan peralatan.
  4. Verifikasi/kalibrasi peralatan GC-MS.
  5. Perawatan dan troubleshooting GC-MS.
  6. Teknik analisis dalam GC-MS.
  7. Optimasi GC-MS berdasarkan Kurva Van Deemter.
  8. Pemeliharaan dan troubleshooting GC-MS.

Fasilitas & Kelengkapan Pelatihan

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Lunch & coffee break.
  • Tidak termasuk penginapan dan transportasi.
  • Gratis : 1 peserta (ke-4) untuk pendaftaran 3 peserta dari 1 perusahaan.

Protokol Covid-19 Selama Pelatihan

Kewajiban peserta dan pengajar

  • Wajib menggunakan masker.
  • Wajib mencuci tangan secara berkala.
  • Wajib menjaga jarak.
  • Wajib memastikan diri tidak sedang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Covid-19 (misalnya, sedang demam atau batuk).

Kewajiban penyelenggara pelatihan

  • Memastikan ruangan dan perlengkapan pelatihan steril.
  • Menyediakan ruang kelas dengan kapasitas 50% dari biasanya.
  • Melakukan pengukuran suhu tubuh peserta sebelum memasuki hotel/tempat pelatihan.