Manajemen Risiko untuk Fintech
Manajemen Risiko Fintech
KELAS TATAP MUKA   SCHEDULED

Manajemen Risiko untuk Fintech

Berbasis Peraturan OJK

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Pelatihan hanya akan dijalankan bila ada
lebih dari 2 pendaftar.
17-18 Juni 2021
09.00-16.00 WIB
Jakarta
Hotel Harris Tebet*
Hotel Erian, Wahid Hasyim*
*Tempat masih tentative.
Rp 5.000.000

*Harga tidak termasuk pajak

REGISTRASI

DESKRIPSI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan peraturan (POJK) dan surat edaran (SEOJK) tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Salah satu hal penting dalam POJK dan SEOJK tersebut adalah memahami tata kelola, manajemen risiko, anti pencucian uang (APU) dan pencegahan pendanaan terorisme (PPT).

Pelatihan ini memberikan panduan kepada pelaku bisnis fintech p2p lending dalam memahami tata kelola, manajemen risiko, APU, dan PPT agar bisnis tetap dapat berjalan aman dan lancar. Beberapa hal penting yang akan dibahas dalam pelatihan ini ataralain pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) manajemen risiko dengan teknis pelaksanaan yang sistematis dan terstruktur.

Pelatihan ini juga akan membahas kaitan lalu lintas transaksi yang dilakukan fintech p2p lending dengan sektor perbankan serta kasus-kasus terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Manfaat Pelatihan

  • Memberikan panduan membangun budaya sadar risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme baik dari sisi funder maupun debitor.
  • Memberikan pengetahuan teknik mitigasi risiko pada bisnis fintech p2p lending.
  • Memberikan panduan penerapan prinsip Customer Due Diligence (CDD) pada bisnis fintech p2p lending.
  • Memberikan pengetahuan Good Corporate Governance pada bisnis fintech p2p lending.

Target Peserta

  • Karyawan front liner.
  • Middle management yang berhubungan dengan konsumen.
  • Unit kerja atau pejabat yang bertanggung jawab atas penerapan program Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), manajemen risiko, kepatuhan, internal audit, dll.

Outline Materi

  1. Knowledge Check.
  2. Budaya sadar risiko “financial crime”.
  3. Berbagai isu terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme baik domestik maupun internasional di berbagai sektor jasa keuangan.
  4. Overview peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
    • POJK No 77/POJK.01/2016.
    • SEOJK No 18/SEOJK.02/2017.
  5. Mekanisme Unit Kerja Khusus (UKK) dalam peranan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) dan Customer Due Diligence (CDD).
  6. Prinsip Customer Due Dilligence (CDD).
    • Perlunya mengimplementasikan Prinsip CDD.
    • Proses CDD dan Penerapannya.
    • Hubungan antara CDD dan APU-PPT.
    • Pemantauan profil nasabah/transaksi nasabah.
  7. Pembuatan profil nasabah berdasarkan risiko.
  8. Penanganan nasabah berisiko tinggi (high risk customer).
  9. Teknik identifikasi aktifitas Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM) fintech p2p lending.
  10. Teknik money laundering dan pendanaan terorisme berbagai produk sektor keuangan bank maupun non bank seperti saham, asuransi jiwa, asuransi kerugian, dana pensiun, multifinance, dll.
  11. Overview peraturan perundangan.
    • UU No 8 Tahun 2010 .
    • UU No 9 Tahun 2013.
    • Kepres No 13 Tahun 2018.
    • PerKa PPATK No Per-02/1.02/PPATK/02/15.
  12. Studi kasus

Fasilitas & Kelengkapan Pelatihan

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Lunch & coffee break.
  • Tidak termasuk penginapan dan transportasi.

Protokol Covid-19 Selama Pelatihan

Kewajiban peserta dan pengajar

  • Wajib menggunakan masker.
  • Wajib mencuci tangan secara berkala.
  • Wajib menjaga jarak.
  • Wajib memastikan diri tidak sedang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Covid-19 (misalnya, sedang demam atau batuk).

Kewajiban penyelenggara pelatihan

  • Memastikan ruangan dan perlengkapan pelatihan steril.
  • Menyediakan ruang kelas dengan kapasitas 50% dari biasanya.
  • Melakukan pengukuran suhu tubuh peserta sebelum memasuki hotel/tempat pelatihan.