Apa Itu In-House Training?
In-house Training adalah program pelatihan yang diselenggarakan secara ekslusif untuk internal perusahaan yang ingin memberikan pelatihan kepada para karyawannya. Berbeda dengan pelatihan publik, pelaksanaan pelatihan internal dapat dikustomisasi agar selaras dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda.
Apa saja yang bisa dikustomisasi?
Program pelatihan internal perusahaan bisa leluasa menentukan materi yang ingin disampaikan, instruktur, metode pelaksanaan, jumlah peserta, anggaran, hingga waktu dan tempat pelatihan.
Dalam beberapa hal, pelatihan in-house bisa lebih ekonomis dibanding mengirim karyawan ke tempat pelatihan eksternal.
Tahapan Menyiapkan Pelatihan In-House

Sebelum menyelenggarakan in-house training bagi karyawannya, sebaiknya perusahaan melakukan serangkaian tahapan persiapan agar proses pelatihan memberikan manfaat yang efektif.
Ingat, pelatihan bukan sekadar mengumpulkan karyawan di satu ruangan untuk diceramahi. Semua harus dimulai dari kebutuhan internal, kemudian perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasinya.
Berikut beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum menyelenggarakan in-house training:
1. Analisis Kebutuhan (Training Needs Analysis)
Ini adalah langkah paling krusial sebelum menetapkan pelatihan. Penyelenggara harus bisa membedakan, apakah suatu masalah harus diselesaikan dengan menggelar pelatihan atau dengan faktor lain. Berikut ahl-hal yang harus dianalisis:
- Analisis organisasi. Pelatihan harus sesuai dengan tujuan perusahaan. Misalnya, apakah selaras dengan apa yang ingin dicapai perusahaan tahun ini?
- Analisis kompetensi. Melakukan analisis kompetensi yang dibutuhkan untuk setiap posisi yang ada di perusahaan. Tetapkan kompetensi apa yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang ditarget.
- Analsis individu. Identifikasi skill yang dimiliki masing-masing individu. Tentukan siapa saja yang memerlukan upgrade kompetensi.
2. Menetapkan Tujuan (Learning Objectives)
Menetapkan tujuan dari suatu pelatihan tidak boleh normatif, tetapi harus spesifik, terukur, tidak mustahil untuk dicapai, dan relevan dengan kompetensinya.
Misalnya, “Setiap customer service harus mendapatkan kepuasan pelanggan di atas 90%”. Maka materi pelatihan harus fokus pada kemampuan hospitality dan problem solving bagi tim layanan pelanggan.
3. Mendesain Program dan Kurikulum
Setelah jelas tujuannya, langkah selanjutnya merancang program dan materi pelatihan. Materi yang diberikan tidak boleh terlalu melebar, harus fokus pada tujuan yang akan dicapai.
Selain materi, pertimbangkan juga metodologi pelatihannya. Pilih metode yang paling sesuai dengan profil peserta. Apakah cukup ceramah saja, menggunakan metode game dan simulasi, atau harus praktek langsung. Begitu pun dengan penyampaiannya, harus dalam kelas tatap muka atau cukup dengan kelas online saja.
4. Menyeleksi Trainer
Trainer mengambil peran yang besar dalam menyukseskan suatu pelatihan. Tentukan jenis keahlian trainer, apakah membutuhkan trainer yang memiliki pemahaman teoritis seperti akademisi atau trainer yang memiliki pengalaman praktis di lapangan.
Trainer bisa diambil dari talenta yang ada dalam perusahaan atau mendatangkannya secara eksternal. Bila dirasakan perlu mendatangkan trainer eksternal, dengan senang hati kami bisa membantu!
5. Pelaksanaan Pelatihan
Hal-hal teknis dalam pelaksanaan in-house training sebaiknya diselesaikan jauh-jauh hari, seperti:
- Pengaturan waktu, tempat dan logistik yang dibutuhkan selama pelatihan.
- Memastikan biaya sudah sesuai dengan anggaran yang disetujui perusahaan.
- Bila berkolaborasi dengan pihak eksternal, pastikan untuk memberitahu kebutuhan teknis pelaksanaan jauh-jauh hari.
6. Evaluasi dan Monitoring
Setelah pelatihan usai bukan berarti tanggung jawab selesai. Penyelenggara berkewajiban untuk memantau efektifitas dan perubahan di lapangan. Dalam hal ini, lakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil pelatihan.
Metode Evaluasi Keberhasilan Pelatihan In-House
Ada beberapa model yang sering digunakan dalam mengevaluasi tingkat keberhasilan pelatihan. Praktik terbaik yang sering dipakai saat ini antara lain Kirkpatrick Model, CIRO model, Kaufman’s Five Levels of Evaluation, dan Anderson’s Value of Learning Model.
1. Kirkpatrick Model
Metode ini paling sering digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan. Secara umum ada 4 level evaluasi, dalam beberapa kasus sering ditambahkan level ke-5. Berikut paparannya:
- Level 1: reaksi (reaction). Tahap ini mengukur kepuasan peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Bisa dilihat dari kenyamanan fasilitas, kejelasan mater, hingga pembawaan instruktur.
- Level 2: pembelajaran (learning). Tahap ini mengukur penyerapan pengetahuan yang diberikan. Caranya dengan mengukur penguasaan pengetahuan keterampilan tertentu, bisa dengan melakukan pre-test dan post-test.
- Level 3: perilaku (behaviour). Mengukur sejauh mana ilmu atau keterampilan tersebut digunakan dalam pekerjaan. Caranya dengan mengamati perubahan cara kerja peserta.
- Level 4: hasil (result). Tahap ini mengukur dampak pelatihan terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan. Caranya dengan melihat KPI organisasi atau departemen, apakah ada pengingkatan atau tidak.
Biasanya para praktisi HR menambahkannya dengan perhitungan Return On Invesment (ROI) pelatihan. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang didapat perusahaan dari biaya pelatihan yang dikeluarkan.
2. CIRO Model
Context, Input, Reaction, Outcome (CIRO) merupakan model yang dikembangkan oleh oleh Warr, Bird, dan Rackham tahun 1970. Model ini menitik beratkan pada kondisi sebelum pelatihan.
- Context: pelatihan dibuat untuk menjawab maslaah kinerja organisasi. Kemudian dirumuskan kebutuhan pelatihan yang tepat yang sesuai dengan tujuan organisasi.
- Input: mengevaluasi sumber daya yang tersedia. Misalnya, apakah anggarannya cukup? Apakah instruktur dan metode yang dipilih sudah yang terbaik?
- Reaction: mengukur pendapat peserta tentang jalannya pelatihan.
- Outcome: mengukur hasil akhir pelatihan dengan melihat perubahan pada peserta dan organisasi.
3. Kaufman’s Five Levels of Evaluation
Dikembangkan oleh Roger Kaufman, model ini mirip dengan Kirkpatrick. Namun Kaufman menambahkan level ke-5 yang mencakup dampak sosial.
- Level 1: input & process. Evaluasi sumber daya dan kualitas penyampaian.
- Level 2: acquisition. Evaluasi penguasaan peserta terhadap kompetensi baru yang dipelajarinya.
- Level 3: application. Evaluasi penerapan kompetensi baru di tempat kerja.
- Level 4: organizational output. Evaluasi dampak pada kinerja atau efisiensi perusahaan.
- Level 5: societal outcomes. Evaluasi dampak pelatihan pada masyarakat atau klien perusahaan.
4. Anderson’s Value of Learning Model
Model evaluasi ini lebih fokus pada strategi bisnis. Alih-alih mencari tahu “dampak pelatihan”, model ini lebih melihat pada keselarasan pelatihan dengan strategi organisasi yang dibagi dalam 3 tahap.
- Tahap 1: menentukan keselarasan antara program pelatihan dengan strategi organisasi.
- Tahap 2: mengevaluasi hasil pembelajaran.
- Tahap 3: menghitung nilai tambah bagi organisasi.
Mengapa Memilih Jasa In-House Training Kami?
Saat ini kami memasarkan produk pelatihan untuk lebih dari 25 vendor in-house training yang melayani penyelenggaraan pelatihan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, dan kota-kota lainnya.
Para vendor ini telah menjadi mitra kami dalam menyelenggarakan public training secara reguler. Mereka bukan vendor pelatihan dadakan yang tanpa pengalaman. Kami telah mengenal mereka dengan baik, tentu saja kami tahu kualitasnya.
Para vendor training yang telah menjadi mitra kami, memiliki spesialisasi dan keunggulan sesuai keahliannya masing-masing. Anda tidak perlu bingung memilih vendor, biarkan kami yang bekerja!

Klien-klien Yang Pernah Kami Tangani
Swasta Nasional : Adaro Energy • Agung Sedayu • Astra International • Bakrie Sumatera Plantations • Bukalapak • Djarum • Erajaya • Gunung Madu Plantations • Hero Supermarket • Humani Santika • Inagro Pangan Lestari • Indofood • Indowebhost• Kompas Gramedia • Lintasarta • Medco Energy • Ninja Xpress • Pasifik Satelit Nusantara • Sumber Natural Indonesia • Sumber Prima Anugrah Abadi • Sumber Segara Primadaya • Sumarecon • Sushi Tei • Taman Impian Jaya Ancol • Wingsfood • Tirta Lyonnaise Medan • Tirta Nusa Persada • Trakindo Utama • Trimegah Sekuritas • Tunaskarya • Vaksindo Satwa Nusantara • Vivere Group ♦ Swasta Multinasional : Acer • Ajinomoto • Braun Medical • Bridgestone • Combiphar • East West Seed • Epson • Fujifilm • Fujitsu • Komatsu • Hino • Honda • Holcim • Mitsubishi • Ottobock • Sanden • Shopee • Suzuki • The Body Shop • TVS Motor Company • Unicharm • Tokai • Toyo Denso • Toyota • Yamaha • YKK • Zalora
Bank : Bank Indonesia • Bank Mandiri • BNI • BTN • BCA • Bank Aceh Syariah • Bank Bengkulu • Bank BJB • Bank BJB Syariah • Bank Capital Indonesia • Bank CCB Indonesia • Bank Commonwealth • Bank Danamon • ICBC Indonesia • Bank Ina Perdana • Bank Jambi • Bank Jatim • Bank JTrust Indonesia • Bank Kalbar • Bank Kalteng • Bank KEB Hana Indonesia • Bank Mayora • Bank Mestika Dharma • Bank Mizuho Indonesia • Bank of India Indonesia • Bank Papua • Bank Jateng • Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah • Bank Riau Kepri • Bank Sahabat Sampoerna • Bank Sinarmas • Bank Utomo • Bank Yudha Bhakti • BPR Prisma Dana Manado • BPR Universal ♦ Asuransi : Jasa Raharja • Insurance Indonesia • Allianz Indonesia • Astra Buana • Generali Indonesia • Sinarmas MSIG • Taspen • Jiwasraya • Jamkrida • Tokio Marine Indonesia • Wahana Tata • AXA Financial Indonesia • BNI Life Insurance • Heksa Insurance • Tokio Marine Life Insurance Indonesia • Tugu Reasuransi Indonesia • Lippo General Insurance ♦ Multifinance : Artha Asia Finance • Adira Dinamika • BNI Sekuritas • China Taiping Insurance Indonesia • Great Eastern General Insurance • Hexa Finance Indonesia • Mandiri Tunas Finance • Mitra Pinasthika Mustika Finance • Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia • Pefindo Biro Kredit • Resona Indonesia Finance • SMFL Leasing Indonesia • Solusi Finansialku Indonesia • WOM Finance • BFI Finance Indonesia ♦ Investasi : Capital Financial Indonesia • Danareksa Investment Management • Mandiri Manajemen Investasi • Haka Sarana Investama • Pacific Capital Investment • Timah International Investment ♦ Fintech : Nusa Satu Inti Artha (DOKU) • Ovo Finance Indonesia • Investree Radhika Jaya • Asia Fintek Teknologi
BUMN : Adhi Karya • Angkasa Pura II • Angkasa Pura Solusi • Antam • Asabri • Brantas Abipraya • PLN • Freeport Indonesia • Gapura Angkasa • Garuda Indonesia • Indonesia Power • Indonesia Tourism Development (ITDC) • Kereta Api Indonesia • Jasa Marga • Jawa Satu Power • Pupuk Iskandar Muda • Pupuk Sriwidjaja • Semen Baturaja • Semen Indonesia • Semen Tonasa • Sucofindo • Timah • Waskita Karya • Perusahaan Gas Negara • Petrokimia Gresik • Perkebunan Nusantara III • Permodalan Nasional Madani • Pertamina • Rajawali Nusantara Indonesia • Sarana Multigriya Finansial ♦ BUMD : PDAM Bandarmasin • PDAM Surya Sembada • PDAM Tirta Asasta • PDAM Tirtanadi • PD Pasar Jaya
Kementerian & Lembaga Negara : Kementerian Kesehatan • Kementerian Pekerjaan Umum • Kementerian Keuangan • Kementerian Perdagangan • Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) • KPU Kabupaten Nduga • Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) • Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM • Lembaga Penjamin Simpanan • Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Banten • Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta
Universitas & Sekolah : ITB • IPB • ITS • UI • Politeknik Negeri Ambon • Politeknik Negeri Bali • Politeknik Negeri Lampung • Politeknik Negeri Manado • Universitas Bina Nusantara • Universitas Hasanuddin • Universitas Islam Indonesia • Universitas Kristen Indonesia • Universitas Kristen Palangka Raya • Universitas Kristen Petra • Universitas Mercu Buana • Universitas Multimedia Nusantara • Universitas Nasional PASIM • Universitas Negeri Malang • Universitas Prasetiya Mulya • Universitas Telkom • Universitas Trisakti • Sekolah Pelita Harapan ♦ Rumah Sakit : Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru • Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita • Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati • Rumah Sakit Pertamina Balikpapan • Rumah Sakit Pertamina Jaya • Rumah Sakit Umum dr. Abdul Radjak Purwakarta
Lembaga Internasional : Sustain UNDP • ASEAN Secretariat ♦ Organisasi Non Profit : HighScope Indonesia Institute • Indonesian Red Cross Society • Inisiatif Zakat Indonesia • Lembaga Alkitab Indonesia • Masyarakat Ekonomi Syariah • Oxfam Indonesia • Sekolah Kristen Kanaan • Yayasan Auriga Nusantara • Yayasan Pendidikan Mentari Ilmu Karawang • Yayasan Pendidikan Rosma • Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI) • Yayasan Pendidikan Telkom (YPT)



