GRC Untuk Industri Farmasi

Integrated GRC Untuk Industri Farmasi

Implementasi GRC untuk sektor farmasi di era VUCA

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Kelas akan dijalankan bila minimal
ada 2 peserta yang mendaftar.
10-11 November 2026 2 Hari
09.00-16.00 WIB

Jadwal berikutnya>

Tempat Pelatihan
Cityloog Hotel Tebet*
Habitare Hotel Rasuna*
Jakarta
*Tempat masih tentative
Rp 5.500.000*

Diskon khusus

*Harga belum termasuk pajak

*Dapatkan brosur & formulir pendaftaran.

Industri farmasi di Indonesia menghadapi regulasi yang semakin ketat, termasuk CPOB, CDOB, farmakovigilans, dan sertifikasi halal obat. Perusahaan juga dituntut menjaga mutu produk, keamanan pasien, efisiensi rantai pasok, dan keberlanjutan bisnis.

Pengelolaan tata kelola, risiko, dan kepatuhan secara terpisah tidak lagi memadai. GRC terintegrasi membantu perusahaan mengelola risiko secara menyeluruh, meningkatkan kepatuhan, dan merespons perubahan dengan lebih efektif.

Pelatihan ini membahas penerapan OCEG GRC Capability Model v3.5 dalam industri farmasi. Peserta akan berlatih memetakan risiko, merancang kontrol sesuai CPOB/CDOB dan farmakovigilans, membangun mekanisme monitoring dan assurance, serta menyusun Integrated GRC Plan.

Tujuan Pelatihan

  • Memahami peran GRC terintegrasi berbasis OCEG v3.5 dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan bisnis farmasi.
  • Memetakan risiko VUCA industri farmasi, termasuk regulasi, rantai pasok, biaya operasional, dan tuntutan halal/ESG.
  • Menyelaraskan tujuan bisnis, risk appetite, dan kepatuhan dengan strategi ketahanan operasional.
  • Merancang kontrol terintegrasi untuk menjaga mutu, rantai pasok, kepatuhan distribusi, dan keberlanjutan operasional.
  • Menyusun Integrated GRC & Resilience Plan 90 hari dengan indikator monitoring, mekanisme assurance, dan rencana perbaikan berkelanjutan.

Outline Materi

Sesi 1. GRC Terintegrasi di Era VUCA, Dari Kepatuhan ke Ketahanan dan Keberlanjutan

  • Karakter VUCA dan implikasinya bagi industri farmasi
  • Pergeseran dari GRC silo ke GRC terintegrasi
  • OCEG v3.5: Learn–Align–Perform–Review
  • Principled Performance: mencapai tujuan sambil mengelola risiko dan tetap patuh
  • Hubungan GRC, resilience, dan sustainability

Sesi 2. Komponen Learn & Align, Membaca VUCA dan Menyelaraskan Arah GRC

  • VUCA radar farmasi Indonesia: volatilitas rupiah dan harga energi; ketidakpastian geopolitik dan regulasi; kompleksitas rantai pasok API dan multi-regulator; ambiguitas ekspektasi halal, ESG, dan farmakovigilans
  • Konteks eksternal: CPOB, CDOB, farmakovigilans, tenggat halal 2026, kebijakan kesehatan
  • Konteks internal: budaya mutu, struktur SCM, kapabilitas SDM, dan sistem informasi Pemangku kepentingan: BPOM, BPJPH, Kemenkes, pemasok API, PBF, BPJS, pasien, investor
  • Menetapkan tujuan dan risk appetite: batas konsentrasi pemasok, stock coverage, RTO, toleransi biaya, dan target keberlanjutan

Sesi 3. Kontrol untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Operasional

  • Ketahanan rantai pasok: dual/multi-sourcing, kualifikasi pemasok API, kontrak jangka panjang, hedging, safety stock obat/API kritis
  • Ketahanan mutu: Quality Risk Management, CAPA, manajemen perubahan, validasi, dan audit pemasok
  • BCM berbasis ISO 22301: Identifikasi proses kritis, RTO/RPO, rencana kontingensi, dan pengujian berkala
  • Kepatuhan distribusi dan pasca-pemasaran: CDOB, farmakovigilans, kesiapan inspeksi
  • Kesiapan halal 2026: Pemetaan pemasok, verifikasi bahan, dan dokumentasi
  • Keberlanjutan operasional: Efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan praktik ESG yang relevan
  • Elemen Perform lain: Kebijakan, komunikasi, edukasi, insentif, dan notifikasi

Sesi 4. Latihan Pemetaan Risiko VUCA dan Kontrol Ketahanan

  • Identifikasi 5–7 risiko prioritas dari VUCA radar: Fluktuasi kurs, gangguan pasokan API, perubahan regulasi, kesiapan halal, recall, gangguan energi/logistik, dan risiko siber
  • Nilai dampak terhadap mutu, biaya, pasokan, kepatuhan, dan keberlanjutan
  • Rancang kontrol terintegrasi dan quick wins
  • Menyusun risk register dan matriks kontrol–risiko–dampak

Sesi 5. Monitoring, Assurance, dan Perbaikan Berkelanjutan

  • KRI/KPI ketahanan dan keberlanjutan: Varians COGS, eksposur valas, konsentrasi pemasok, stock coverage, RTO, temuan audit, konsumsi energi, limbah, dan status CAPA
  • Stress testing dan simulasi skenario VUCA
  • Assurance: Audit internal, kesiapan inspeksi BPOM, management review
  • Siklus PDCA dan dashboard GRC sederhana

Sesi 6. Menyusun Integrated GRC & Resilience Plan 90 Hari

  • Setiap kelompok menyusun prioritas, kontrol, indikator, PIC, timeline, dan kebutuhan sumber daya
  • Rencana mencakup aspek efisiensi biaya, ketahanan rantai pasok, kepatuhan, dan keberlanjutan

Penyampaian Materi

  • Program pelatihan berlangsung selama 2 hari, total 14 jam.
  • Waktu pembelajaran pukul 09.00-16.00 WIB, setiap harinya.
  • Materi disampaikan dengan pemaparan, diskusi, dan latihan.
  • Diperkaya dengan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan.

INFO TAMBAHAN

Fasilitas pelatihan

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan dari penyelenggara.
  • Makan siang, rehat kopi dan kudapan.
  • Suvenir, selama persediaan masih ada.
  • Harga tidak termasuk transportasi dan penginapan peserta.

Ketentuan pelatihan

  • Peserta diharapkan datang 15 menit sebelum pelatihan dimulai.
  • Peserta menunjukkan identitas diri, bukti keikutsertaan, bukti pembayaran atau invoice pelatihan.
  • Mematuhi tata tertib pelatihan yang disepakati bersama instruktur.

Membutuhkan in house training?
Pelatihan untuk lebih dari 10 peserta, silakan isi permintaan proposal in house.

GRC Untuk Industri Farmasi

Kelas disampaikan melalui platform video conference seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dll.

Integrated GRC Untuk Industri Farmasi

Implementasi GRC untuk sektor farmasi di era VUCA

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Kelas akan dijalankan meski hanya
ada 1 peserta mendaftar.
24-25 November 2026 2 Hari
09.00-15.00 WIB

Jadwal berikutnya>

Tempat Pelatihan

Online by Zoom

Rp 3.500.000*

Diskon khusus

*Harga belum termasuk pajak

*Dapatkan brosur & formulir pendaftaran.

Industri farmasi di Indonesia menghadapi regulasi yang semakin ketat, termasuk CPOB, CDOB, farmakovigilans, dan sertifikasi halal obat. Perusahaan juga dituntut menjaga mutu produk, keamanan pasien, efisiensi rantai pasok, dan keberlanjutan bisnis.

Pengelolaan tata kelola, risiko, dan kepatuhan secara terpisah tidak lagi memadai. GRC terintegrasi membantu perusahaan mengelola risiko secara menyeluruh, meningkatkan kepatuhan, dan merespons perubahan dengan lebih efektif.

Pelatihan ini membahas penerapan OCEG GRC Capability Model v3.5 dalam industri farmasi. Peserta akan berlatih memetakan risiko, merancang kontrol sesuai CPOB/CDOB dan farmakovigilans, membangun mekanisme monitoring dan assurance, serta menyusun Integrated GRC Plan.

Tujuan Pelatihan

  • Memahami peran GRC terintegrasi berbasis OCEG v3.5 dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan bisnis farmasi.
  • Memetakan risiko VUCA industri farmasi, termasuk regulasi, rantai pasok, biaya operasional, dan tuntutan halal/ESG.
  • Menyelaraskan tujuan bisnis, risk appetite, dan kepatuhan dengan strategi ketahanan operasional.
  • Merancang kontrol terintegrasi untuk menjaga mutu, rantai pasok, kepatuhan distribusi, dan keberlanjutan operasional.
  • Menyusun Integrated GRC & Resilience Plan 90 hari dengan indikator monitoring, mekanisme assurance, dan rencana perbaikan berkelanjutan.

Outline Materi

Sesi 1. GRC Terintegrasi di Era VUCA, Dari Kepatuhan ke Ketahanan dan Keberlanjutan

  • Karakter VUCA dan implikasinya bagi industri farmasi
  • Pergeseran dari GRC silo ke GRC terintegrasi
  • OCEG v3.5: Learn–Align–Perform–Review
  • Principled Performance: mencapai tujuan sambil mengelola risiko dan tetap patuh
  • Hubungan GRC, resilience, dan sustainability

Sesi 2. Komponen Learn & Align, Membaca VUCA dan Menyelaraskan Arah GRC

  • VUCA radar farmasi Indonesia: volatilitas rupiah dan harga energi; ketidakpastian geopolitik dan regulasi; kompleksitas rantai pasok API dan multi-regulator; ambiguitas ekspektasi halal, ESG, dan farmakovigilans
  • Konteks eksternal: CPOB, CDOB, farmakovigilans, tenggat halal 2026, kebijakan kesehatan
  • Konteks internal: budaya mutu, struktur SCM, kapabilitas SDM, dan sistem informasi Pemangku kepentingan: BPOM, BPJPH, Kemenkes, pemasok API, PBF, BPJS, pasien, investor
  • Menetapkan tujuan dan risk appetite: batas konsentrasi pemasok, stock coverage, RTO, toleransi biaya, dan target keberlanjutan

Sesi 3. Kontrol untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Operasional

  • Ketahanan rantai pasok: dual/multi-sourcing, kualifikasi pemasok API, kontrak jangka panjang, hedging, safety stock obat/API kritis
  • Ketahanan mutu: Quality Risk Management, CAPA, manajemen perubahan, validasi, dan audit pemasok
  • BCM berbasis ISO 22301: Identifikasi proses kritis, RTO/RPO, rencana kontingensi, dan pengujian berkala
  • Kepatuhan distribusi dan pasca-pemasaran: CDOB, farmakovigilans, kesiapan inspeksi
  • Kesiapan halal 2026: Pemetaan pemasok, verifikasi bahan, dan dokumentasi
  • Keberlanjutan operasional: Efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan praktik ESG yang relevan
  • Elemen Perform lain: Kebijakan, komunikasi, edukasi, insentif, dan notifikasi

Sesi 4. Latihan Pemetaan Risiko VUCA dan Kontrol Ketahanan

  • Identifikasi 5–7 risiko prioritas dari VUCA radar: Fluktuasi kurs, gangguan pasokan API, perubahan regulasi, kesiapan halal, recall, gangguan energi/logistik, dan risiko siber
  • Nilai dampak terhadap mutu, biaya, pasokan, kepatuhan, dan keberlanjutan
  • Rancang kontrol terintegrasi dan quick wins
  • Menyusun risk register dan matriks kontrol–risiko–dampak

Sesi 5. Monitoring, Assurance, dan Perbaikan Berkelanjutan

  • KRI/KPI ketahanan dan keberlanjutan: Varians COGS, eksposur valas, konsentrasi pemasok, stock coverage, RTO, temuan audit, konsumsi energi, limbah, dan status CAPA
  • Stress testing dan simulasi skenario VUCA
  • Assurance: Audit internal, kesiapan inspeksi BPOM, management review
  • Siklus PDCA dan dashboard GRC sederhana

Sesi 6. Menyusun Integrated GRC & Resilience Plan 90 Hari

  • Setiap kelompok menyusun prioritas, kontrol, indikator, PIC, timeline, dan kebutuhan sumber daya
  • Rencana mencakup aspek efisiensi biaya, ketahanan rantai pasok, kepatuhan, dan keberlanjutan

Penyampaian Materi

  • Program pelatihan berlangsung selama 2 hari, total 12 jam.
  • Waktu pembelajaran pukul 09.00-15.00 WIB, setiap harinya.
  • Proses pembelajaran diselenggarakan lewat video conference.
  • Materi disampaikan dengan pemaparan, diskusi, dan latihan.
  • Diperkaya dengan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan.

INFO TAMBAHAN

Fasilitas pelatihan

  • Modul pelatihan berbentuk softcopy.
  • Sertifikat pelatihan berbentuk e-certificate.
  • Bila membutuhkan sertifikat cetak, akan dikirimkan lewat jasa kurir.
  • Suvenir, selama persediaan masih ada.

Ketentuan pelatihan

  • Kelas disampaikan melalui aplikasi seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dll.
  • Peserta tidak mematikan kamera selama pembelajaran berlangsung.
  • Mematuhi tata tertib pelatihan yang disepakati bersama instruktur.

Membutuhkan in house training?
Pelatihan untuk lebih dari 10 peserta, silakan isi permintaan proposal in house.