Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)
Keuangan Berkelanjutan
KELAS TATAP MUKA   SCHEDULED

Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB)

Pada Lembaga Jasa Keuangan

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Pelatihan hanya akan dijalankan bila ada
lebih dari 2 pendaftar.
14-15 Juni 2021
09.00-16.00 WIB
Jakarta
Hotel Harris, Tebet*
Hotel Pomelotel Patra Kuningan*
*Tempat masih tentative.
Rp 5.000.000

*Harga tidak termasuk pajak

REGISTRASI

DESKRIPSI

Keuangan berkelanjutan (sustainable finance) merupakan praktek industri keuangan yang mengedepankan pertumbuhan berkelanjutan dengan menyelaraskan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan peraturan tentang penerapan keuangan berkelanjutan dalam POJK No.51/POJK.03/2017.

Dalam kondisi bisnis sekarang ini lembaga jasa keuangan (LJK) harus memiliki strategi implementasi keuangan berkelanjutan yang strategis yang mencerminkan visi misi dan nilai organisasi LJK. Bukan hanya mempertimbangkan bauran alokasi sumber daya (dana, manusia, dan mitra kerja sama) untuk melaksanakan RAKB saja, tetapi mampu membuat rencana bisnis yang dapat menyeimbangkan pemenuhan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Implementasi keuangan berkelanjutan memerlukan interpretasi makna praktis dari 8 (delapan) prinsip keuangan berkelanjutan untuk memudahkan LJK dalam mengadopsi dan menginternalisasi prinsip-prinsip tersebut.

Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mengenai implementasi aksi keuangan berkelanjutan yang difokuskan pada 3 prioritas keuangan berkelanjutan untuk LJK dengan berpedoman pada 8 prinsip keuangan berkelanjutan, yaitu :

  1. Pengembangan produk dan/atau jasa Keuangan Berkelanjutan, termasuk peningkatan portofolio pembiayaan, investasi atau penempatan pada instrumen keuangan atau proyek yang sejalan dengan penerapan Keuangan Berkelanjutan;
  2. Pengembangan kapasitas intern Lembaga Jasa Keuangan (LJK); atau
  3. Penyesuaian organisasi, manajemen risiko, tata kelola, dan/atau standard operating procedure LJK yang sesuai dengan prinsip penerapan Keuangan Berkelanjutan

Tujuan Pelatihan

  • Memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai aksi keuangan berkelanjutan pada lembaga jasa keuangan
  • Memahami peluang, tantangan serta hambatan pemenuhan aksi keuangan berkelanjutan dalam kondisi bisnis sekarang.
  • Mempelajari cara implementasi tiga prioritas keuangan berkelanjutan LJK dengan mengoptimalkan kapabilitas yang ada dalam organisasi LJK.
  • Mempelajari berbagai pendekatan best practice dan kerangka kerja yang dapat membantu implementasi keuangan berkelanjutan

Target Audiens

Divisi Manajemen Risiko, Kepatuhan, Perencanaan, Finance, Accounting, Treasury, Marketing, Legal, SDM, IT, Underwriter pada berbagai sektor lembaga keuangan bank dan non bank

Outline Materi

DAY 1

  1. Overview POJK No 51/POJK.03/2017
    • Peluang dan Tantangan Implementasi Keuangan Berkelanjutan
    • Faktor-faktor Penghambat Implementasi Keuangan Berkelanjutan pada LJK
  2. Penjabaran dan Pemahaman dari 7 (Tujuh) faktor penentu Dasar Penetapan Tujuan serta Prioritas RAKB dan 8 (Delapan) Prinsip Keuangan Berkelanjutan
  3. Langkah-langkah dan Kunci Sukses Penerapan Aksi Keuangan Berkelanjutan

DAY 2

  1. 3 (Tiga) Prioritas Keuangan Berkelanjutan dan Faktor-faktor penghambatnya
  2. Pendekatan Implementasi Keuangan Berkelanjutan Berbasis Model 3 lines of Defense
  3. Pendekatan Implementasi Keuangan Berkelanjutan Berbasis Integrated Key Indicators
  4. Pendekatan Implementasi Keuangan Berkelanjutan Berbasis GRC (Governance, Risk, Compliance)

Fasilitas & Kelengkapan Pelatihan

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Lunch & coffee break.
  • Tidak termasuk penginapan.

Protokol Covid-19 Selama Pelatihan

Kewajiban peserta dan pengajar

  • Wajib menggunakan masker.
  • Wajib mencuci tangan secara berkala.
  • Wajib menjaga jarak.
  • Wajib memastikan diri tidak sedang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Covid-19 (misalnya, sedang demam atau batuk).

Kewajiban penyelenggara pelatihan

  • Memastikan ruangan dan perlengkapan pelatihan steril.
  • Menyediakan ruang kelas dengan kapasitas 50% dari biasanya.
  • Melakukan pengukuran suhu tubuh peserta sebelum memasuki hotel/tempat pelatihan.