Penerapan GRC

Pengambilan Keputusan Strategis Berbasis GRC

Untuk Direksi dan Dewan Komisaris

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Kelas akan dijalankan bila minimal
ada 2 peserta yang mendaftar.
9-10 Desember 2026 2 Hari
09.00-16.00 WIB

Jadwal berikutnya>

Tempat Pelatihan
The Trans Resort*
Mulia Resort, Nusa Dua*
Mercure Kuta Beach*
Bali
*Tempat masih tentative
Rp 12.000.000*

Diskon khusus

*Harga belum termasuk pajak

*Dapatkan brosur & formulir pendaftaran.

Menavigasi turbulensi VUCA dengan tata kelola, risiko, dan kepatuhan yang terintegrasi.

Di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks, Direksi dan Dewan Komisaris dituntut untuk mengambil keputusan yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga mempertimbangkan aspek Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Keputusan strategis yang tidak didukung kerangka tata kelola, risiko, dan kepatuhan yang memadai dapat menimbulkan risiko finansial, operasional, hukum, maupun reputasi perusahaan.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Direksi dan Dewan Komisaris dengan pemahaman strategis mengenai GRC dalam proses pengambilan keputusan.

Apa yang akan dibahas dalam pelatihan ini?

  • Membaca turbulensi sebagai satu sistem yang saling memperkuat—geopolitik, moneter, sosial, dan regulasi—serta menilai implikasinya bagi strategi, likuiditas, pasokan, dan reputasi.
  • Menggunakan GRC sebagai alat bantu keputusan, bukan sekadar laporan kepatuhan, dan mampu mengajukan pertanyaan yang tepat kepada manajemen.
  • Menilai relevansi risk appetite dan menentukan kapan peninjauan ulang diperlukan—termasuk untuk keputusan investasi, ekspansi, pasokan, dan tenaga kerja.
  • Mengawasi ketahanan dan kontinuitas operasional, serta memastikan dewan memiliki informasi independen dan mekanisme eskalasi yang cepat.
  • Menjaga integritas dan kepercayaan publik di bawah tekanan, serta menghasilkan Board GRC Agenda 90 Hari yang konkret dan dapat dieksekusi.

Outline Materi

Sesi 1. Anatomi Turbulensi—Membaca Guncangan sebagai Satu Sistem

  • Apa yang sebenarnya sedang terjadi, dan mengapa guncangan ini berbeda?
  • Perang dan risiko energi: Selat Hormuz, lonjakan harga minyak, dan dampaknya terhadap biaya produksi serta asumsi APBN.
  • Tekanan moneter: BI Rate tinggi, inflasi, dan pelemahan daya beli.
  • Tekanan sosial: PHK, penutupan pabrik, dan melemahnya permintaan.
  • Tekanan regulasi: perubahan aturan yang cepat dan tumpang tindih.
  • Mengapa guncangan ini saling memperkuat: energi mahal → biaya naik → margin tergerus → PHK → daya beli turun → permintaan melemah → tekanan pada BUMN sebagai penyangga ekonomi.
  • Implikasi bagi dewan: risiko yang datang sebagai kombinasi, bukan satu per satu.

Sesi 2. Dari Pagar Kepatuhan ke Alat Keputusan—Peran GRC di Ruang Dewan

  • Jika manajemen risiko sudah ada, mengapa pabrik masih tutup dan PHK masih terjadi?
  • Keterbatasan manajemen risiko silo: mengelola risiko yang teridentifikasi, tetapi tidak menangkap kombinasi yang tidak terduga.
  • Mengapa laporan ke dewan sering “dibungkus” sebagai risiko operasional, bukan risiko strategis dan eksistensial.
  • GRC sebagai lensa dan sistem peringatan dini: menguji asumsi strategi, menilai kesiapan organisasi, dan menentukan kapan keputusan perlu diubah.
  • Empat komponen—Learn, Align, Perform, Review:
    • Apakah kita memahami konteks?
    • Apakah arah dan selera risiko masih relevan?
    • Apakah kontrol dirancang untuk kondisi ekstrem?
    • Apakah kita menerima informasi yang cukup untuk menilai efektivitas?
  • Peran Komite Tata Kelola Terintegrasi di bawah Dewan Komisaris: dari forum kepatuhan menjadi alat navigasi strategis.

Sesi 3. Risk Appetite dan Ketahanan—Dua Sisi Pengawasan Dewan

  • Apakah selera risiko kita masih mencerminkan realitas, dan apakah kontrol kita dirancang untuk kondisi ekstrem?
    • Risk appetite yang disusun pada kondisi normal sering tidak lagi relevan ketika kurs, harga energi, suku bunga, dan daya beli bergerak secara fundamental.
    • Kapan meninjau ulang: perubahan asumsi makro, guncangan geopolitik, atau perubahan regulasi yang mengubah lanskap usaha.
    • Ketahanan sebagai dimensi pengawasan: proses kritikal, rencana kontingensi pasokan, dan bukti pengujian—bukan hanya dokumen rencana.
    • Kinerja jangka pendek dapat menutupi kerentanan jangka panjang; dewan perlu indikator yang melihat ketahanan, bukan hanya laba.
    • Diskusi : Membaca Kesenjangan Ketahanan Organisasi
  • Di mana organisasi kita paling rentan, dan apa yang belum kita ketahui tentang kerentanan itu?
    • Memetakan tiga kerentanan strategis yang paling mungkin mengganggu pencapaian tujuan dalam 6–12 bulan.
      • Apakah dewan menerima informasi yang memadai?
      • Apakah risk appetite masih mencerminkan realitas?
      • Apakah kontrol telah diuji?
    • Identifikasi pertanyaan yang harus diajukan dewan kepada manajemen—bukan jawaban yang harus diberikan dewan.

Sesi 4. Informasi Independen, Eskalasi Cepat, dan Integritas di Bawah Tekanan

  • Bagaimana dewan tahu lebih awal, dan bagaimana menjaga integritas ketika tekanan meningkat?
    • Indikator peringatan dini yang tidak sepenuhnya bergantung pada laporan manajemen: stock coverage bahan kritikal, downtime produksi, lonjakan biaya energi/kurs, penurunan permintaan, temuan audit yang berpotensi menghentikan operasi.
    • Mekanisme eskalasi: kapan dan bagaimana dewan menerima informasi di luar jadwal rutin; rapat darurat; peran audit internal/SPI dalam melaporkan efektivitas respons, bukan hanya kepatuhan.
    • Integritas di bawah tekanan: titik-titik tekanan yang berpotensi menggerus tata kelola—pengadaan tidak transparan, penundaan pelaporan, keputusan yang mengabaikan kepatuhan.
    • Bagi BUMN, taruhannya lebih tinggi: mandat publik dan kepercayaan masyarakat.
    • Diskusi: Menyusun Board GRC Agenda 90 Hari
  • Apa yang akan kita putuskan dan awasi dalam 90 hari ke depan?
    • Setiap kelompok merumuskan agenda yang mencakup:
      • Tiga prioritas pengawasan tertinggi;
      • Satu keputusan strategis yang perlu segera diambil atau ditinjau ulang;
      • Indikator peringatan dini yang akan diminta dewan dari manajemen;
      • Mekanisme eskalasi dan pelaporan dipercepat.
    • Agenda harus cukup spesifik untuk dieksekusi, tetapi cukup fleksibel untuk beradaptasi.

Penyampaian Materi

  • Program pelatihan berlangsung selama 2 hari, total 12 jam.
  • Waktu pembelajaran pukul 09.00-16.00 WIB, setiap harinya.
  • Materi disampaikan dengan pemaparan, diskusi, dan latihan.
  • Diperkaya dengan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan.

INFO TAMBAHAN

Fasilitas pelatihan

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan dari penyelenggara.
  • Makan siang, rehat kopi dan kudapan.
  • Suvenir, selama persediaan masih ada.
  • Harga tidak termasuk transportasi dan penginapan peserta.

Ketentuan pelatihan

  • Peserta diharapkan datang 15 menit sebelum pelatihan dimulai.
  • Peserta menunjukkan identitas diri, bukti keikutsertaan, bukti pembayaran atau invoice pelatihan.
  • Mematuhi tata tertib pelatihan yang disepakati bersama instruktur.

Membutuhkan in house training?
Pelatihan untuk lebih dari 10 peserta, silakan isi permintaan proposal in house.