People Development Through HR Data Analytics

People Development Through HR Data Analytics

Menganalisis data HR dengan bantuan AI untuk pengembangan SDM

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Kelas akan dijalankan bila minimal
ada 2 peserta yang mendaftar.
29-30 September 2026 2 Hari
09.00-16.00 WIB

Jadwal berikutnya>

Tempat Pelatihan
Kuretakeso Hotel Kemang*
The Tower, Setiabudi*
Jakarta
*Tempat masih tentative
Rp 5.500.000*

Diskon khusus

*Harga belum termasuk pajak

*Dapatkan brosur & formulir pendaftaran.

Di era informasi ini, keputusan pengembangan SDM sudah hampir sepenuhnya mengandalkan data-driven. Terlebih dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), analisis data HR yang kompleks pun bisa dikerjakan dengan sangat cepat dan akurat.

Dengan bantuan AI, Anda dapat memetakan skill gap secara presisi, memudahkan perancangan program pembelajaran dan mengintegrasikannya dengan data kinerja. Seluruh proses analisis data ini menjadi fondasi yang objektif untuk mengambil keputusan people development.

Program pelatihan ini akan membekali tim HR dengan kemampuan mengolah data HRIS, LMS, dan PMS dengan bantuan AI, sehingga bisa menjadi wawasan strategis untuk mengambil keputusan dalam pengembangan SDM.

Apa manfaat yang akan Anda dapatkan dalam pelatihan ini?

  • Kemampuan mengintegrasikan data SDM, menghubungkan data dari HRIS, LMS, dan PMS secara terpadu untuk analisis yang menyeluruh.
  • Kemampuan menghubungkan proses pembelajaran dan kinerja, mengukur dampak langsung dari program learning terhadap pencapaian kinerja karyawan.
  • Kemampuan mengambil atau merekomendasikan keputusan strategis, memanfaatkan wawasan analisis data sebagai dasar objektif dalam perencanaan karir, suksesi, dan retensi talenta.

Outline Materi

  1. Understanding the HR Data
    • Memahami data sebagai titik awal people development.
    • Peran HRIS dalam people development.
    • Data apa yang tersedia di HRIS: employee profile, job/position, competency, performance dan career data.
    • Mengidentifikasi data yang relevan untuk pengembangan.
    • Dari employee data menuju development insight.
    • Praktik: Membaca dan menginterpretasikan data karyawan.
  2. Identifying Development Needs
    • Menemukan apa yang sebenarnya perlu dikembangkan.
    • Performance gap vs competency gap.
    • Identifying knowledge, skill dan behavior gap.
    • Individual vs team vs organizational development needs.
    • Prioritas kebutuhan pengembangan.
    • Menghindari pendekatan “semua masalah diselesaikan dengan training”.
    • Praktik: Menganalisis kasus dan menentukan development needs.
  3. Learning Needs Analysis
    • Mengubah development needs menjadi kebutuhan pembelajaran.
    • Dari gap menuju learning objective.
    • Menentukan kompetensi yang harus dikembangkan.
    • Menentukan target behavior.
    • Menentukan metode pembelajaran yang sesuai: training vs coaching vs mentoring vs experiential learning.
    • Praktik: Membuat Learning Needs Analysis dari kasus nyata.
  4. Designing the Learning Journey
    • Merancang perjalanan belajar yang terstruktur.
    • Learning objective, learning path, learning activities.
    • Assessment, practice & application, certification.
    • Individual development journey.
    • Praktik: Mendesain satu Learning Path berdasarkan kebutuhan nyata.
  5. Managing Learning Outcomes
    • Memastikan learning menghasilkan perubahan
    • Training completion ≠ learning outcome.
    • Measuring knowledge, skill dan behavior.
    • Learning evidence, assessment dan post-learning evaluation
    • Dari “sudah mengikuti training” menuju “sudah berkembang”
    • Mempersiapkan transfer learning ke pekerjaan.
    • Praktik: Menentukan indikator keberhasilan learning.
  6. From Learning to Performance
    • Memastikan learning diterapkan dalam pekerjaan.
    • Transfer of learning, learning application, behavioral change.
    • Peran atasan dalam memastikan penerapan.
    • Menghubungkan learning outcome dengan pekerjaan.
    • Dari learning activity menuju performance impact.
    • Praktik: Membuat learning-to-performance pathway.
  7. Designing Performance Management
    • Mengelola kinerja sebagai proses, bukan sekadar appraisal.
    • Performance Management vs Performance Appraisal.
    • Goal setting, KPI/target, competency & behavioral indicators.
    • Performance monitoring, feedback, performance review.
    • Praktik: Mendesain performance management untuk satu posisi.
  8. Connecting LMS & PMS — with AI as the Connector (core session)
    • Menghubungkan learning dengan performance.
    • AI sebagai pattern-matcher, bukan pengambil keputusan.
    • Praktik: Membuat integrasi LMS–PMS berdasarkan satu competency case — dengan menandai di titik mana AI berperan dan di titik mana keputusan manusia tetap diperlukan.
  9. Performance Review & Feedback
    • Mengubah data kinerja menjadi insight pengembangan.
    • Performance review, evidence-based assessment, quality feedback.
    • Development conversation.
    • Identifying strengths & development areas.
    • Individual Development Plan (IDP).
    • Praktik: Simulasi performance/development conversation.
  10. From Performance Data to People Development Decisions
    • Mengembalikan hasilnya ke HRIS.
    • Hasil PMS menjadi dasar untuk: development plan, career development, promotion, rotation, succession, talent development, future learning needs.
    • Siklus kembali ke HRIS → LMS → PMS → HRIS — kini digerakkan oleh AI sebagai closed-loop, bukan proses manual berulang.
    • Praktik: Peserta menyusun keputusan people development berdasarkan data performance.

Penyampaian Materi

  • Program pelatihan berlangsung selama 2 hari, total 12 jam.
  • Waktu pembelajaran pukul 09.00-16.00 WIB, setiap harinya.
  • Materi disampaikan dengan pemaparan, diskusi, dan latihan.
  • Diperkaya dengan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan.

INFO TAMBAHAN

Fasilitas pelatihan

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan dari penyelenggara.
  • Makan siang, rehat kopi dan kudapan.
  • Suvenir, selama persediaan masih ada.
  • Harga tidak termasuk akomodasi dan transportasi peserta.

Ketentuan pelatihan

  • Peserta diharapkan datang 15 menit sebelum pelatihan dimulai.
  • Peserta menunjukkan identitas diri, bukti keikutsertaan, bukti pembayaran atau invoice pelatihan.
  • Mematuhi tata tertib pelatihan yang disepakati bersama instruktur.

Membutuhkan in house training?
Pelatihan untuk lebih dari 10 peserta, silakan isi permintaan proposal in house.

People Development Through HR Data Analytics

Kelas disampaikan melalui platform video conference seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dll.

People Development Through HR Data Analytics

Menganalisis data HR dengan bantuan AI untuk pengembangan SDM

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Kelas akan dijalankan meski hanya
ada 1 peserta mendaftar.
15-16 September 2026 Hari
09.00-16.00 WIB

Jadwal berikutnya>

Tempat Pelatihan

Online by Zoom

Rp 3.500.000*

Diskon khusus

*Harga belum termasuk pajak

*Dapatkan brosur & formulir pendaftaran.

Di era informasi ini, keputusan pengembangan SDM sudah hampir sepenuhnya mengandalkan data-driven. Terlebih dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), analisis data HR yang kompleks pun bisa dikerjakan dengan sangat cepat dan akurat.

Dengan bantuan AI, Anda dapat memetakan skill gap secara presisi, memudahkan perancangan program pembelajaran dan mengintegrasikannya dengan data kinerja. Seluruh proses analisis data ini menjadi fondasi yang objektif untuk mengambil keputusan people development.

Program pelatihan ini akan membekali tim HR dengan kemampuan mengolah data HRIS, LMS, dan PMS dengan bantuan AI, sehingga bisa menjadi wawasan strategis untuk mengambil keputusan dalam pengembangan SDM.

Apa manfaat yang akan Anda dapatkan dalam pelatihan ini?

  • Kemampuan mengintegrasikan data SDM, menghubungkan data dari HRIS, LMS, dan PMS secara terpadu untuk analisis yang menyeluruh.
  • Kemampuan menghubungkan proses pembelajaran dan kinerja, mengukur dampak langsung dari program learning terhadap pencapaian kinerja karyawan.
  • Kemampuan mengambil atau merekomendasikan keputusan strategis, memanfaatkan wawasan analisis data sebagai dasar objektif dalam perencanaan karir, suksesi, dan retensi talenta.

Outline Materi

  1. Understanding the HR Data
    • Memahami data sebagai titik awal people development.
    • Peran HRIS dalam people development.
    • Data apa yang tersedia di HRIS: employee profile, job/position, competency, performance dan career data.
    • Mengidentifikasi data yang relevan untuk pengembangan.
    • Dari employee data menuju development insight.
    • Praktik: Membaca dan menginterpretasikan data karyawan.
  2. Identifying Development Needs
    • Menemukan apa yang sebenarnya perlu dikembangkan.
    • Performance gap vs competency gap.
    • Identifying knowledge, skill dan behavior gap.
    • Individual vs team vs organizational development needs.
    • Prioritas kebutuhan pengembangan.
    • Menghindari pendekatan “semua masalah diselesaikan dengan training”.
    • Praktik: Menganalisis kasus dan menentukan development needs.
  3. Learning Needs Analysis
    • Mengubah development needs menjadi kebutuhan pembelajaran.
    • Dari gap menuju learning objective.
    • Menentukan kompetensi yang harus dikembangkan.
    • Menentukan target behavior.
    • Menentukan metode pembelajaran yang sesuai: training vs coaching vs mentoring vs experiential learning.
    • Praktik: Membuat Learning Needs Analysis dari kasus nyata.
  4. Designing the Learning Journey
    • Merancang perjalanan belajar yang terstruktur.
    • Learning objective, learning path, learning activities.
    • Assessment, practice & application, certification.
    • Individual development journey.
    • Praktik: Mendesain satu Learning Path berdasarkan kebutuhan nyata.
  5. Managing Learning Outcomes
    • Memastikan learning menghasilkan perubahan
    • Training completion ≠ learning outcome.
    • Measuring knowledge, skill dan behavior.
    • Learning evidence, assessment dan post-learning evaluation
    • Dari “sudah mengikuti training” menuju “sudah berkembang”
    • Mempersiapkan transfer learning ke pekerjaan.
    • Praktik: Menentukan indikator keberhasilan learning.
  6. From Learning to Performance
    • Memastikan learning diterapkan dalam pekerjaan.
    • Transfer of learning, learning application, behavioral change.
    • Peran atasan dalam memastikan penerapan.
    • Menghubungkan learning outcome dengan pekerjaan.
    • Dari learning activity menuju performance impact.
    • Praktik: Membuat learning-to-performance pathway.
  7. Designing Performance Management
    • Mengelola kinerja sebagai proses, bukan sekadar appraisal.
    • Performance Management vs Performance Appraisal.
    • Goal setting, KPI/target, competency & behavioral indicators.
    • Performance monitoring, feedback, performance review.
    • Praktik: Mendesain performance management untuk satu posisi.
  8. Connecting LMS & PMS — with AI as the Connector (core session)
    • Menghubungkan learning dengan performance.
    • AI sebagai pattern-matcher, bukan pengambil keputusan.
    • Praktik: Membuat integrasi LMS–PMS berdasarkan satu competency case — dengan menandai di titik mana AI berperan dan di titik mana keputusan manusia tetap diperlukan.
  9. Performance Review & Feedback
    • Mengubah data kinerja menjadi insight pengembangan.
    • Performance review, evidence-based assessment, quality feedback.
    • Development conversation.
    • Identifying strengths & development areas.
    • Individual Development Plan (IDP).
    • Praktik: Simulasi performance/development conversation.
  10. From Performance Data to People Development Decisions
    • Mengembalikan hasilnya ke HRIS.
    • Hasil PMS menjadi dasar untuk: development plan, career development, promotion, rotation, succession, talent development, future learning needs.
    • Siklus kembali ke HRIS → LMS → PMS → HRIS — kini digerakkan oleh AI sebagai closed-loop, bukan proses manual berulang.
    • Praktik: Peserta menyusun keputusan people development berdasarkan data performance.

Penyampaian Materi

  • Program pelatihan berlangsung selama , total .
  • Waktu pembelajaran pukul 09.00-16.00 WIB, setiap harinya.
  • Proses pembelajaran diselenggarakan lewat video conference.
  • Materi disampaikan dengan pemaparan, diskusi, dan latihan.
  • Diperkaya dengan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan.

INFO TAMBAHAN

Fasilitas pelatihan

  • Modul pelatihan dalam bentuk softcopy.
  • Sertifikat pelatihan diberikan dalam bentuk e-certificate.
  • Bila membutuhkan sertifikat cetak, akan dikirimkan lewat jasa kurir.
  • Suvenir, selama persediaan masih ada.
  • Harga tidak termasuk akomodasi penginapan dan transportasi.

Ketentuan pelatihan

  • Proses pembelajaran menggunakan aplikasi video konferensi seperti Zoom, Google Meet, Microsoft Team, dll.
  • Peserta tidak mematikan kamera selama pembelajaran berlangsung, kecuali atas arahan fasilitator.
  • Mematuhi tata tertib pelatihan yang disepakati bersama instruktur.

Membutuhkan in house training?
Pelatihan untuk lebih dari 10 peserta, silakan isi permintaan proposal in house.