Pelatihan Public Speaking

Dianggap Sepele, Ternyata Ini Peran Penting Public Relation di Era Digital


Untuk bisnis yang ingin tetap eksis, public relation (PR) jelas jadi kebutuhan mutlak.

Public Relation

Untuk bisnis yang ingin tetap eksis, public relation (PR) jelas jadi kebutuhan mutlak. Lebih-lebih untuk perusahaan modern di era digital, peran public relation untuk menjaga kelangsungan hidup bisnis makin penting. Tapi apa dan bagaimana peran PR sebenarnya?

PR, barangkali kata yang tepat untuk mewakili yaitu divisi hubungan masyarakat, lazim disebut humas. Era digital memaksa semua bisnis menerapkan skema lebih direct dalam menjangkau konsumen, itu sebabnya peran PR kian penting, utamanya sebagai kepanjangan tangan perusahaan.

Setidaknya ada beberapa peran penting public relation di era yang makin digital, berikut di antaranya.

1. Menggiring Opini

Bahwa opini publik adalah yang paling penting karena mampu menciptakan sentimen. Sederhananya, sentimen positif akan memberi citra yang baik untuk bisnis, dan sebaliknya untuk sentimen negatif.

Beban berat jelas ada di pundak divisi PR, karena merekalah yang selanjutnya bertanggungjawab pada citra bisnis. Memang benar kalau media online memaksa PR mengubah peran, dan ketidakmampuan beradaptasi dengan era modern yang serba digital bisa membunuh perusahaan.

Tentu saja press release dan artikel untuk media konvensional masih penting, meski efeknya tak bisa dikontrol. Ini jelas beda dengan media online yang mana PR masih punya kontrol atas konten sehingga pendekatan yang diambil tetap relevan untuk menggiring opini konsumen.

2. Mengelola Akun Sosial

Ada tambahan peran yang harus diterima public relation di era digital. Seperti yang sama-sama diketahui, era digital memaksa semua lini bisnis bergerak secara online, dan akun sosial merupakan muaranya. Ini yang harus dimaksimalkan divisi PR.

Kecakapan mengelola akun sosial menjadi keharusan, apapun itu. PR akan tetap terus menjadi PR tapi bukan seperti yang dikenal dulu atau sebelumnya. Tugas PR memang masih selalu terkait dengan membangun koneksi ke konsumen, tapi pendekatan yang diambil harus berbeda.

Dengan akun sosial, PR tak akan mengalami yang namanya one way street, yaitu kondisi di mana pesan dikirim tapi tidak sampai dengan efektif. Media sosial memungkinkan pesan dikirim ke segmen yang dipilih dengan disertai feedback sehingga tak bertepuk sebelah tangan.

Dengan berbekal akun sosial, PR kemudian bisa merumuskan pendekatan yang tepat pada segmen yang dipilih. Mengetahui siapa yang menjadi target jelas penting meski ini tak mudah dilakukan.

3. Mengelola Konsumen

Bersama bagian pemasaran, PR punya peran khusus dalam menjaga konsumen. Satu isu kecil sudah cukup mampu menghancurkan citra yang dibangun perusahaan, dan situasi seperti ini jelas harus dikelola dengan langkah terbaik agar tak melebar.

Konsumen sangat rentan terhadap informasi apapun, dan menjadi tugas PR untuk menjaga arus informasi tetap relevan saat diserap oleh target bisnis. Mengelola konsumen jelas terkait dengan membangun komunitas yang solid, dan itu jelas perlu strategi tak biasa.

Ini bisa diketahui dengan membuat riset tentang apa yang menjadi kebutuhan konsumen lalu menawarkan satu produk yang sekiranya sesuai dengan ekspektasi, sekaligus mampu memberi solusi.

4. Membuat Strategi Publikasi

Di antara peran PR paling jelas terlihat di era digital yaitu strategi publikasi. Faktanya, inilah aspek paling fundamental yang harus digarap divisi tersebut. Tapi langkah yang sama juga sering diambil oleh industri lain, termasuk kompetitor bisnis, jadi budaya perusahaan harus dilibatkan di sini.

Strategi ini mampu membangun citra yang kuat nan efektif yang nantinya bisa memberi ciri khas dibanding bisnis lain di bidang yang sama. Efeknya bahkan lebih besar karena pada dasarnya mampu menciptakan segmen baru, menarik lebih banyak klien, dan mendekatkan diri pada tujuan.

Publikasi melibatkan banyak platform berbeda, baik konten yang berbasis video, artikel, bahkan media sosial. Mampu mengintegrasikan konten seperti ini ke dalam program PR memberi peluang lebih bagi bisnis untuk mencapai sukses dan konsisten dalam jangka panjang.

5. Menjaga Reputasi Online

Adalah tugas PR untuk menjaga reputasi online suatu perusahaan beserta lini bisnisnya. Terlebih di era digital, reputasi online jelas jadi sesuatu yang teramat penting. Termasuk di dalamnya yaitu membangun koneksi, mengatasi krisis komunikasi, dan memperbaiki relasi dengan konsumen.

Begitu internet memberi kebebasan konsumen untuk bersuara lebih banyak, reputasi online menjadi makin vital untuk kelangsungan bisnis. Dari sudut pandang konsumen saat mencari produk, mereka dengan mudah akan beralih ke produk lain semisal tak mendapat apa yang dicari. Sesederhana itu!

PR bertugas menjaga konsumen agar tetap loyal, tentu saja dengan menghadirkan pendekatan berbeda untuk tiap produk yang dirilis. Reputasi yang terjaga baik pada akhirnya memberi kontribusi pada laju penjualan.

Dunia bisnis terus berubah dinamis, dan era digital merupakan pusatnya. Perubahan cepat mengharuskan respon tepat agar bisnis tetap relevan dengan situasi terbaru. Untuk mengambil keuntungan dari situasi tersebut, peran aktif public relation di era digital jelas lebih dibutuhkan daripada sebelumnya.