Managing Financial Crime, Fraud, Anti Bribery & Corruption
Risiko Kejahatan Keuangan

Managing Financial Crime, Fraud, Anti Bribery & Corruption

Menghadapi Risiko Kejahatan Keuangan, Fraud, Anti Suap dan Korupsi

TRAINER

Ferry Alfian

Associate Trainer

Lihat profil >

WAKTU

12-13 November 2020

09.00-17.00 WIB

Jadwal berikutnya >

TEMPAT

Hotel Harris Tebet*
Hotel Erian, Wahid Hasyim*
*Tempat masih tentative.

Jakarta

HARGA

Rp 5.000.000 /peserta
Diskon khusus
*Semua harga belum termasuk PPN
BOOKING
  • Pelatihan ini masih menunggu jumlah minimum peserta terpenuhi.
  • Silahkan booking tempat terlebih dahulu untuk mendapatkan update kepastian training.

Deskripsi

Saat ini banyak kemudahan yang diberikan kepada nasabah untuk melakukan transaksi perbankan. Namun seringkali bank lupa melindungi asetnya dari kejahatan perbankan. Masih banyak karyawan yang tidak mengerti risiko kejahatan keuangan.

Pelatihan ini membahasa tentang risiko kejahatan keuangan serta cara mencegah dan menanggulanginya. Kejahatan keuangan yang dimaksud antara lain pencucian uang, pendanaan teroris, suap dan korupsi, penghindaran pajak, penghindaran sanksi dan fraud.

Latar Belakang

Dengan Kemajuan teknologi saat ini dan Adanya globalisasi di sektor jasa keuangan yang diiringi dengan semakin berkembangnya produk jasa keuangan termasuk pemasarannya bisa berdampak positive dan negative. Namun, dalam perkembangannya adalah industri jasa keuangan semakin kompleks baik dari sisi produk, layanan, dan penggunaan teknologi informasi sehingga sangat berpotensi meningkatkan risiko pemanfaatan industri jasa keuangan sebagai sarana kejahatan keuangan seperti ,pencucian Uang dan/atau Pendanaan Terorisme, Fraud, penggalapan pajak dan juga penyuapan dan korupsi.

Thn 2018 sampai 2019 ada lebih kurang 1700 kasus yang dilaporkan menyangkut resiko kejahatan keuangan.Kejahatan keuangan ini bisa terjadi karena berbagai macam alasan seperti ketidak tahuan karyawan apa itu kejahatan keuangan,tidak jelasnya Prosedur , tidak adanya pembagian Tugas dan tanggung jawab di Internal Bank yang jelas juga kurang kontrol dan pengawasan terhadap resiko kejahatan yang dilakukan sehingga menimbulkan kejahatan internala yang dilakukan oleh karyawan Bank dan juga peluang terjadinya kejahatan keuangan oleh pihak eksternal Bank.

Dalam hal pencegahan terhadap kejahatan keuangan, Bank kadang kala Lupa melindungin assetnya dimana msih adanya conflict of interest dalam pelaksanaan pembuatana keputusan dan banyak karyawan yang tidak mengerti apa resiko kejahatan keuangan dan apa konsekuensi yang timbul terhadapa pribadi dan Organisasi apabila Karyawan dan Perusahaan tidak menjalankan fungsi Bank dengan benar . Yang paling mendasar adalah Bank itu harus tahu dengan siapa mereka berbisnis.

Apakah Bank mengenal semua nasabahnya, pekerjaannya, alamatnya dan sumber keuangannya.Dengan mengetahui siapa nasabah kita dan mengerti bagaimana resiko mencegah terjadinya kejahatan keuangan maka Bisnis Perusahaan dapat berjalan dengan baik dan aman untuk mencapai keuntungan jangka Panjang dan berkelanjutan.

Menurut data KPK pertahun 2018 ada 274 kasus besar korupsi dan penyuapan yang ditindak lanjuntin yang terjadi dilingkungan pejabat pemerintah,anggota DPR dan aparat sipil negara lainnya. Fenomena ini bisa terjadi dilingkungan perbankan karena masih adanya resiko anti korupsi dan penyuapan yang belum dilaksanakan dengan benar . Untuk itu itu diperlukan edukasi kepada semua semua karyawan apa itu resiko Korupsi dan Penyuapan dengan mempelajari 4 Pilar Resiko Yang memungkinkan terjadinya Penyogokan dan Korupsi

  • Pilar Strategis
  • Pilar Karyawan
  • Pilar Pihak Ketiga
  • Pilar Nasabah

Dengan prinsip Tidak Ada Toleransi Terhadap Tindakan Peyuapan Dan Korupsi maka Bank bisa melakukan kontrol yang effektif untuk pencegahan semua aktifitas yang berpotensi terjadinya Korupsi dan penyuapan.

  • Rencana Aktifitas
  • Eksekusi Aktifitas
  • Review Aktifitas
  • Approval Altifitas

Risiko Kejahatan Keuangan adalah tindakan ilegal yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk memperoleh keuntungan finansial atau keuntungan lainnya. Jenis kejahatan ini sekarang telah menjadi bisnis besar bagi para pelaku kejahatan yang memiliki berbagai metode untuk menghasilkan pendapatan ilegal. kejahatan keuangan dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Pencucian Uang
  • Pendanaan Teroris
  • Suap dan Korupsi
  • Penghindaran Pajak
  • Penghindaran Sanksi
  • Fraud

Tujuan Pelatihan

  • Meningkatan kesadaran risiko kejahatan keuangan.
  • Memahami bagaimana kejahatan keuangan dilakukan.
  • Memahami tanggung jawab individu dan institusi terkait kejahatan keuangan.
  • Memberikan pemahaman tentang uji tuntas, tanda peringatan, dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
  • Mengetahui tindakan yang dapat dilakukan organisasi dan individu agar tidak menjadi korban kejahatan keuangan.

Target Peserta

Divisi Manajemen Risiko, Kepatuhan, Operasional, Internal Audit, Quality Assurance, UKK APU-PPT, Governance dll

Outline Materi

  1. Financial Crime Risk Review
    • Introduction and ice breaker
    • What is financial crime risk?
    • What are type of financial crime risk?
      • Anti Money Laundring (AML)
      • Terrorrist financing in Indonesia
      • Tax evasion
      • Managing sanction risk
      • Sanction exposure
      • Transaction sanction approval
      • Automated Solution For Screening Saction
    • Risk appetite Statement: Deterence, Detection, Protection
    • Client Life Cycle
    • Monitoring Escalation and Reporting and Tipping Off
  2. Anti Bribery & Corruption (AB&C)
    • What is AB&C?
      • Bribery corruption in Indonesia
      • Transparency international
    • How to Handle AB&C?
      • Staff obligation
      • Matrix approval
      • Tipping off
      • Principal AB&C
      • Pillars AB&C

Fasilitas & Kelengkapan Training

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Lunch & coffee break.
  • Tidak termasuk penginapan.

Protokol Covid-19 Selama Pelatihan

Kewajiban peserta, pengajar, dan petugas lainya
  • Wajib menggunakan masker.
  • Wajib mencuci tangan secara berkala.
  • Wajib menjaga jarak.
Kewajiban penyelenggara pelatihan
  • Memastikan perlengkapan yang diterima peserta steril.
  • Menyediakan ruang kelas dengan kapasitas 50% dari biasanya.
  • Menyediakan hand sanitizer dan masker di ruang kelas.
  • Melakukan test suhu kepada peserta sebelum memasuki hotel.
  • Melakukan sterilisasi ruangan sebelum pelaksanaan pelatihan.
  • Menyediakan makan siang dan coffee break per orang, bukan dengan cara buffet/prasmanan.
Daftar Segera!
KLIK DI SINI