Penerapan APU & PPT untuk Fintech dan Ecommerce – HRD SPOT
APU PPT Fintech & eCommerce

Penerapan APU & PPT untuk Fintech dan Ecommerce

Berbasis POJK dan SEOJK Terbaru Tahun 2021

★★★★★

Instruktur Pelatihan

Kelas ini akan dijalankan bila sudah
terkumpul lebih dari 2 peserta.
28-29 Desember 2021
09.00-16.00 WIB
Jakarta
Hotel Harris Tebet*
Hotel Erian Wahid Hasyim*
*Tempat masih tentative.
Rp 5.000.000

*Harga tidak termasuk pajak

B O O K I N G

Akselerasi bisnis berbasis teknologi informasi seperti fintech dan ecommerce sangat cepat dan dinamis. Akselerasi ini harus diimbangi dengan manajemen risiko yang tepat. Salah satunya dalam menerapkan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU & PPT).

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan perubahan POJK No 23/POJK.01/2019 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan serta SEOJK No 6/SEOJK.05/2021 tentang Pedoman Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi.

Penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC)/Customer Due Diligence (CDD). Karena bisnis fintech P2P lending ini memiliki potensi risiko terhadap adanya transaksi keuangan mencurigakan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Pelatihan ini memberikan panduan bagi pelaku bisnis fintech dan ecommerce dalam menerapkan APU & PPT. Peserta akan diajarkan cara mendeteksi risiko-risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme secara dini. Dibahas juga kaitan lalu lintas transaksi antara fintech dan e-commerce dengan sektor perbankan.

Manfaat Pelatihan

  • Memberikan panduan dalam membangun budaya sadar risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme yang berhubungan dengan nasabah dan transaksi nasabah.
  • Memberikan pengetahuan teknik mitigasi risiko yang mungkin timbul pada area rentan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
  • Memberikan panduan penerapan prinsip Customer Due Diligence (CDD) di sektor fintech & ecommerce.

Outline Materi

  • Budaya sadar risiko “financial crime”
  • Berbagai isu terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme baik domestik maupun internasional
  • Overview regulasi, UU, Perpres terkait Program APU dan PPT di Sektor Jasa Keuangan
  •  Peranan UKK (Unit Kerja Khusus) dalam Peranan Penerapan Prinsip KYC/CDD
  • Prinsip Customer Due Dilligence (CDD)
    • Perlunya mengimplementasikan prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU & PPT
    • Pemantauan profil nasabah dan transaksi nasabah
  • Pembuatan profil nasabah berdasarkan risiko
  • Penanganan nasabah berisiko tinggi
  • Teknik identifikasi aktivitas Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM)
  • Teknik money laundering dan pendanaan terorisme
  • Studi Kasus

Fasilitas Training

  • Modul pelatihan dan seminar kit.
  • Sertifikat pelatihan.
  • Lunch & coffee break.
  • Tidak termasuk penginapan dan transportasi.

Protokol Covid-19 Selama Pelatihan

Kewajiban peserta dan pengajar

  • Wajib menggunakan masker.
  • Wajib mencuci tangan secara berkala.
  • Wajib menjaga jarak.
  • Wajib memastikan diri tidak sedang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Covid-19 (misalnya, sedang demam atau batuk).

Kewajiban penyelenggara pelatihan

  • Memastikan ruangan dan perlengkapan pelatihan steril.
  • Menyediakan ruang kelas dengan kapasitas 50% dari biasanya.
  • Melakukan pengukuran suhu tubuh peserta sebelum memasuki hotel/tempat pelatihan.
Kelas ini akan dijalankan bila sudah
terkumpul lebih dari 2 peserta.
24-25 Januari 2022
09.00-15.00 WIB
Tempat Pelatihan
Online by ZOOM
Rp 3.500.000

*Harga tidak termasuk pajak

B O O K I N G

Akselerasi bisnis berbasis teknologi informasi seperti fintech dan ecommerce sangat cepat dan dinamis. Akselerasi ini harus diimbangi dengan manajemen risiko yang tepat. Salah satunya dalam menerapkan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU & PPT).

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan perubahan POJK No 23/POJK.01/2019 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan serta SEOJK No 6/SEOJK.05/2021 tentang Pedoman Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi.

Penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC)/Customer Due Diligence (CDD). Karena bisnis fintech P2P lending ini memiliki potensi risiko terhadap adanya transaksi keuangan mencurigakan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Pelatihan ini memberikan panduan bagi pelaku bisnis fintech dan ecommerce dalam menerapkan APU & PPT. Peserta akan diajarkan cara mendeteksi risiko-risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme secara dini. Dibahas juga kaitan lalu lintas transaksi antara fintech dan e-commerce dengan sektor perbankan.

Manfaat Pelatihan

  • Memberikan panduan dalam membangun budaya sadar risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme yang berhubungan dengan nasabah dan transaksi nasabah.
  • Memberikan pengetahuan teknik mitigasi risiko yang mungkin timbul pada area rentan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
  • Memberikan panduan penerapan prinsip Customer Due Diligence (CDD) di sektor fintech & ecommerce.

Outline Materi

  • Budaya sadar risiko “financial crime”
  • Berbagai isu terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme baik domestik maupun internasional
  • Overview regulasi, UU, Perpres terkait Program APU dan PPT di Sektor Jasa Keuangan
  •  Peranan UKK (Unit Kerja Khusus) dalam Peranan Penerapan Prinsip KYC/CDD
  • Prinsip Customer Due Dilligence (CDD)
    • Perlunya mengimplementasikan prinsip CDD
    • Proses CDD dan Penerapannya
    • Hubungan antara CDD dan APU & PPT
    • Pemantauan profil nasabah dan transaksi nasabah
  • Pembuatan profil nasabah berdasarkan risiko
  • Penanganan nasabah berisiko tinggi
  • Teknik identifikasi aktivitas Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM)
  • Teknik money laundering dan pendanaan terorisme
  • Studi Kasus

Fasilitas Training

  • Modul pelatihan dalam bentuk softcopy.
  • Sertifikat pelatihan diberikan dalam bentuk e-certificate.
  • Bila membutuhkan sertifikat cetak, akan dikirimkan lewat jasa kurir.
  • Souvenir, selama persediaan masih ada..

Ketentuan Online Workshop

Apa yang harus disiapkan peserta?

  • Komputer/laptop yang mendukung kamera dan mikrofon.
  • Koneksi internet yang stabil.
  • Menyiapkan alat tulis untuk mencatat.

Bagaimana cara mengikutinya?

  • Pelatihan menggunakan aplikasi video conference, seperti Zoom, Google Meet, atau aplikasi sejenis.
  • Penyelenggara akan memberikan undangan kepada peserta terdaftar.
  • Lihat cara menggunakan aplikasi video conference di sini.

Ketentuan lainnya

  • Peserta tidak mematikan kamera selama pembelajaran berlangsung, kecuali atas arahan fasilitator.

Khusus untuk kebutuhan inhouse (minimal 10 peserta), silahkan isi formulir berikut :

Permintaan Proposal Inhouse