PROGRAM2026

Pelatihan PPIC

Kami menyelenggarakan pelatihan PPIC yang mencakup aspek-aspek perencanaan produksi, procurement, purchasing, sales, inventory, dan warehousing.

Pelatihan PPIC

Daftar Pelatihan
Yang Kami Selenggarakan


Mengapa perlu mengikuti pelatihan PPIC?

Production Planning and Inventory Control (PPIC) biasanya merujuk pada divisi organisasi yang mengendalikan proses produksi dan persediaan. Divisi ini bisa dikatakan sebagai urat nadi suatu industri. Oleh karena itu, tim yang mengendalikan divisi ini harus mendapatkan pelatihan PPIC yang up to date sesuai dengan kebutuhan industri terkini.

Pada umumnya, pelatihan PPIC berfokus pada usaha-usaha untuk meningkatkan kapasitas SDM yang berkutat di divisi tersebut. Padahal tugas PPIC cukup luas, berkaitan erat dengan fungsi-fungsi marketing, sales, purchasing, bahkan hingga masalah finance.

Berdasarkan konsep dan praktik PPIC yang berkembang saat ini, disiplin manajemen PPIC tidak hanya ditujukan bagi divisi PPIC semata. Para manajer di divisi lain pun perlu memahami konsep-konsep PPIC yang terus berkembang.


Ruang lingkup PPIC

Ruang lingkup PPIC mencakup perencanaan produksi dan pengendalian persediaan secara menyeluruh. Tugasnya meliputi perencanaan produksi, perhitungan kebutuhan material, penjadwalan, pengendalian bahan baku, pemantauan produksi, serta memastikan produk siap dikirim tepat waktu.

Seluruh aktivitas tersebut mempertimbangkan kapasitas mesin, tenaga kerja, material, waktu produksi, dan target biaya. Tujuannya adalah memenuhi permintaan pelanggan secara efektif, efisien, dan tepat waktu.

Dalam praktiknya, PPIC tidak hanya menyusun jadwal produksi, tetapi juga mengoordinasikan seluruh proses produksi. PPIC menganalisis perubahan permintaan, keterlambatan material, kerusakan mesin, dan perubahan kapasitas produksi. Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyesuaian agar operasional tetap berjalan lancar.

Karena perannya yang strategis, PPIC sering disebut sebagai “otak” pengendalian produksi. PPIC menjadi pusat pengambilan keputusan operasional dalam perencanaan dan pengendalian proses manufaktur.

Cakupan bidang-bidang PPIC

  • Demand Planning (Perencanaan Permintaan), yaitu menganalisis permintaan pasar berdasarkan data penjualan, tren, maupun proyeksi kebutuhan pelanggan sebagai dasar penyusunan rencana produksi.
  • Production Planning (Perencanaan Produksi), yaitu menyusun rencana produksi jangka pendek, menengah, dan panjang agar kapasitas produksi sesuai dengan target permintaan.
  • Master Production Scheduling (MPS), yaitu menyusun jadwal induk produksi yang menentukan jenis produk, jumlah produksi, dan waktu pelaksanaan produksi.
  • Material Requirements Planning (MRP), yaitu menghitung kebutuhan bahan baku, komponen, dan material pendukung berdasarkan rencana produksi sehingga material tersedia pada waktu yang tepat.
  • Inventory Control (Pengendalian Persediaan), yaitu mengelola stok bahan baku, barang dalam proses, dan produk jadi agar jumlah persediaan tetap optimal tanpa terjadi kelebihan maupun kekurangan stok.
  • Capacity Planning (Perencanaan Kapasitas), yaitu menganalisis kemampuan mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi untuk memastikan kapasitas mampu memenuhi rencana produksi.
  • Production Scheduling (Penjadwalan Produksi), yaitu mengatur urutan pekerjaan pada setiap lini produksi agar proses berjalan efisien dan waktu penyelesaian dapat dipenuhi.
  • Work Order Management, yaitu menerbitkan, mengendalikan, dan memonitor pelaksanaan perintah kerja kepada bagian produksi.
  • Monitoring dan Production Control, yaitu memantau pelaksanaan produksi, mengevaluasi kemajuan pekerjaan, mengidentifikasi hambatan, serta melakukan tindakan korektif apabila terjadi penyimpangan dari rencana.
  • Warehouse Coordination, yaitu berkoordinasi dengan gudang terkait penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran bahan baku maupun produk jadi agar aliran material tetap lancar.
  • Procurement Coordination, yaitu bekerja sama dengan bagian pembelian untuk memastikan bahan baku tersedia sesuai jadwal produksi dan mengantisipasi keterlambatan pemasok.
  • Finished Goods Planning, yaitu mengendalikan ketersediaan produk jadi sehingga mampu memenuhi jadwal pengiriman kepada pelanggan tanpa menimbulkan persediaan berlebih.
  • Performance Analysis and Continuous Improvement, yaitu melakukan analisis terhadap efisiensi produksi, tingkat pemanfaatan kapasitas, akurasi perencanaan, tingkat persediaan, serta berbagai indikator kinerja lainnya sebagai dasar perbaikan berkelanjutan.