10 Kiat Dalam Memberikan Pelatihan Negosiasi
TIPS

10 Kiat Dalam Memberikan Pelatihan Negosiasi

Pelatihan Negosiasi

Kami menyelenggarakan banyak topik pelatihan negosiasi. Berdasarkan pendapat para peserta, secara umum training-training tersebut mendapatkan penilaian yang baik. Tentu saja hal ini berkat kerja keras para trainer yang selalu berusaha melakukan update terkini.

Baru-baru ini Harvard Law School memberikan kiat-kiat yang bisa dilakukan dalam menjalankan pelatihan negosiasi agar hasilnya efektif. Berikut ini 10 kiat yang bisa Anda terapkan.

1

Samakan persepsi tim Anda

Banyak perusahaan menghabiskan uang dengan jumlah yang tidak sedikit untuk memberikan pelatihan negosiasi kepada karyawannya. Pelatihan bisa diselenggarakan secara internal atau mengirim karyawan mengikuti kursus-kursus di tempat lain.

Namun banyak kasus ketika karyawan kembali ke kantor dan ingin menerapkan pengetahuan yang didapatkannya dalam pelatihan, berakhir dengan kegagalan dan frustasi. Mereka dengan cepat beralih ke kebiasaan lama meninggalkan praktik-praktik yang telah dipelajari.

Hal ini terjadi karena lingkungan kerja tidak dipersiapkan untuk menerima perubahan. Tim dalam perusahaan tidak berada dalam persespsi yang sama.

2

Perlihatkan kesalahan-kesalahan dalam negosiasi sebelumnya

Gagalnya suatu negosiasi bisnis bisa disebabkan karena adanya kesalahan dalam proses yang dilaluinya. Tentunya kita ingin melupakan kesalahan itu dengan cepat. Namun jangan salah, kesalahan yang diperbuat bisa menjadi sumber pembelajaran di masa yang akan datang.

Para profesional bisnis bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi sebelumnya. Mempelajari kesalahan dalam proses negosiasi bisnis merupakan sumber pembelajaran yang praktis.

3

Ajarkan cara membangun bargaining skill

Persiapan sebelum masuk ke meja perundingan merupakan cara terbaik dalam melakukan negosiasi. Namun terkadang situasi berubah. Bisa saja Anda menghadapi lawan yang melakukan penawaran dengan hal yang tak terpikirkan sebelumnya.

Dampak penawaran yang diajukan lawan Anda bisa positif atau negatif. Satu hal yang harus dihindari jangan hanyut dalam permainan pihak lawan. Ajarkan melakukan cara membangun posisi tawar (bargaining) kepada tim Anda untuk mengatasi hal ini.

4

Tunjukkan bagaimana konflik kepentingan mempengaruhi negosiasi

Dalam banyak hal, konflik kepentingan sangat mempengaruhi proses negosiasi. Bahkan negosiator paling andal pun sangat sulit untuk tidak memihak ketika berhadapan dengan konflik kepentingan. Alangkah baiknya, konflik kepentingan bisa dianalisis sebelum negosiasi dilakukan. Sehingga konflik kepentingan yang berpotensi menjadi titik lemah dalam negosiasi bisa dieliminasi.

5

Ajarkan cara meninggikan emosi

Dalam pelatihan negosiasi, biasanya akan diajarkan untuk merasionalisasi segala bentuk emosi. Tujuannya agar negosiator tidak “meledak” ketika membicarakan hal-hal yang emosional.

Namun dalam praktiknya, keterlibatan intensitas emosional dalam negosiasi akan terlihat lebih natural. Dalam beberapa hal penekanan emosi bisa membantu.

6

Jangan lupa mengajarkan cara mengelola emosi

Setiap negosiator harus bisa mengendalikan emosi dengan menyadari kondisi yang ada. Setiap negosiator harus bisa mengukur emosinya, apakah ia sedang berada pada titik mulai mendidih atau tidak.

7

Ajarkan cara membangun relationship

Membangun relationship sangat berguna untuk mengungkap minat tersembunyi yang mungkin dimiliki pihak lawan. Cobalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan , lalu dengarkan dengan penuh empati.

Bila Anda tidak memiliki empati yang cukup, jangan harap untuk mendapatkan respon yang jujur dari pihak lawan. Relationship dalam negosiasi bisa bersifat psikologis, ekonomi, politik atau reaksi individual sekalipun.

8

Terapkan bermain peran dalam pelatihan

Bermain peran dapat membantu mengeksplorasi keterampilan negosiasi. Dalam bermain peran, peserta pelatihan bisa mempelajari situasi yang bisa muncul secara kreatif dari lawannya. Peserta akan terlatih untuk membuat keputusan-keputusan dengan cara yang kreatif.

9

Buat test dengan scoring

Melakukan test dengan scoring akan membantu pelatih mengetahui tingkat pemahaman peserta pelatihan. Memang tingginya jumlah skor dalam ujian bukan hal ideal untuk mengetahui tingkat pemahaman seseorang. Tapi sangat membantu bila kita memiliki waktu yang terbatas.

10

Evaluasi performa peserta selama pelatihan

Memberikan evaluasi terhadap peserta yang mengikuti pelatihan sangat penting. Tujuannya agar peserta tahu seberapa jauh tingkat pemahaman mereka terhadap hal-hal yang telah dipelajarinya.

  PELATIHAN TERKAIT

Saat ini ada lebih dari 350 event training & workshop terjadwal

Lihat di sini