Persiapkan diri Anda dengan pelatihan ISO berstandar global, dipandu oleh para ahli menggunakan pendekatan praktis.
Anda Membutuhkan Pelatihan ISO?
International Organization for Standardization (ISO) telah lama mengembangkan standar internasional untuk meningkatkan efisiensi industri.
Standar yang dikembangkan organisasi asal Swis ini telah mendapatkan pengakuan yang luas. Hampir semua industri global berupaya mengadopsi standar yang dibuat oleh ISO.
Dalam perkembangannya, semakin banyak industri yang telah memenuhi standar tersebut.

Kami menyelenggarakan berbagai seri pelatihan ISO untuk membantu perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi para profesionalnya.
Secara umum ada dua jenis pelatihan ISO berdasarkan kebutuhan yang ingin dicapai, yakni untuk tujuan penyusunan dokumentasi dan audit internal.
ISO merupakan standar industri yang dinamis. Standar ini terus menerus mengalami perbaikan berdasarkan praktek yang selama ini berjalan.
Di era perubahan industri yang serba cepat, banyak lahir hal-hal baru mulai dari teknologi hingga perubahan cara produksi dan konsumsi. Tentunya hal ini harus diikuti dengan penerapan standar-standar yang baru juga.
Oleh karena itu, para profesional harus terus mendapatkan update dari standar-standar baru yang diterapkan secara global. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan ISO.
ISO bukanlah standar yang sekali dibuat berlaku selamanya, melainkan terus menerus mengalami perbaikan yang dirilis setiap interval waktu tertentu.
Organisasi ISO bertanggung jawab mengelola perubahannya. Proses dilakukan secara bertahap melalui gugus kerja yang memberikan masukan dari praktik yang terjadi selama ini. Kemudian tim ISO akan melakukan pemungutan suara untuk menetapkan perbaikannya.
Setelah standar baru dirilis, industri yang menerapkan standar tersebut harus melakukan upgrade. Biasanya standar lama tidak serta merta kadaluwarsa. Ada waktu bagi industri untuk melakukan masa transisi dari standar lama ke yang lebih baru, biasanya sekitar 3 tahun.
Bila sebuah entitas tidak melakukan upgrade hingga tanggal yang ditentukan, maka sertifikat mereka dicabut atau dinyatakan tidak berlaku.
ISO membantu proses kerja industri untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, sehingga produk mereka menjadi lebih bersaing di tingkat global.
Penerapan standar ISO memberikan dampak signifikan bagi perkembangan bisnis di berbagai sektor. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang didapatkan oleh perusahaan:
Sistem hukum di Indonesia mengadopsi standar ISO lewat Peraturan Pemerintah No.2 Tahun 2000 Tentang Standardisasi Nasional.
Dalam prakteknya, Bandar Standardisasi Nasional (BSN) mendorong beberapa standar ISO yang cukup penting untuk diintegrasikan ke dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar-standar tersebut di antaranya seperti ISO 9001 (mutu), ISO 14001 (lingkungan), ISO 45001 (K3), ISO 22000 (pangan), dan ISO 27001 (keamanan informasi).
Bahkan untuk sektor industri tertententu, seperti industri pangan diwajibkan untuk memiliki ISO 22000.
Sertifikasi ISO di Indonesia diawasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Lembaga ini berwenang memberikan akreditasi kepada lembaga-lembaga sertifikasi yang mengaudit penerapan ISO di lingkungan industri.
Bagaimana bila suatu perusahaan di Indonesia ingin mendapatkan sertifikat ISO?
Ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk bisa mendapatkan sertifikasi ISO. Dalam menjalankan tahapan-tahapan ini, perusahaan bisa dipandu oleh konsultan eksternal atau dilakukan secara internal oleh manajemen.
Adapun tahapan-tahapannya sebagai berikut:
1. Gap Analysis
Analisis kesenjangan merupakan langkah untuk mengidentifikasi perbedaan operasional yang terjadi saat ini dengan ketentuan standar ISO yang akan diterapkan. Hasilnya digunakan sebagai masukan dalam melakukan perencanaan penerapan standar ISO bagi perusahaan.
2. Pelatihan ISO
Memberikan pelatihan kepada semua pihak yang terlibat, baik manajemen maupun karyawan. Mulai dari pelatihan yang sifatnya meningkatkan awareness, hingga pelatihan pada tim kerja yang bersifat lebih teknis, seperti pelatihan penyusunan dokumen dan audit internal.
3. Penyusunan Dokumen dan Implementasi
Menyusun seluruh dokumentasi sesuai dengan standar ISO yang akan diterapkan. Setelah dokumen tersusun, lakukan implementasi terhadap dokumen tersebut setidaknya selama 3 bulan atau lebih lama untuk standar yang lebih kompleks.
4. Audit Internal dan Tinjuan Manajemen
Lakukan audit internal terhadap efektivitas penerapan sistem dokumentasi di lapangan. Setelah itu manajemen melakukan peninjauan secara keseluruhan.
5. Audit Eksternal
Audit eksternal biasanya dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen. Auditor akan melakukan audit terhadap dokumen-dokumen yang telah dibuat dan implementasinya di lapangan.
6. Langkah Perbaikan
Melakukan perbaikan terhadap ketidaksesuaian yang ditemukan tim audit bila ada.
7. Penerbitan Sertifikat
Bila dinyatakan lolos, lembaga sertifikasi akan menerbitkan sertifikat. Sertifikat ISO biasanya berlaku selama 3 tahun terhitung sejak diterbitkan.