Program pelatihan manajemen arsip untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan dokumen dan manajemen kearsipan secara profesional.
Mencari pelatihan manajemen arsip?
Setiap organisasi pasti memiliki arsip untuk disimpan. Seiring berjalannya waktu, jumlah arsip pasti akan menggunung.
Pada tingkat ini mulai diperlukan profesional dalam mengelola arsip, atau upgrade kompetensi staf yang ada.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kami merancang pelatihan manajemen arsip untuk berbagai keperluan.

Sebelum era komputerisasi dan internet, penyimpanan arsip masih seperti perpustakaan. Dimana dokumen disimpan dalam gudang atau filing cabinet dan “penjaga gudang” memegang katalognya. Pengguna arsip harus melihat katalog untuk menemukan arsip yang dicari.
Namun di era digital ini pencarian arsip jauh lebih mudah. Siapapun bisa mengakses arsip perusahaan bahkan dari tempat yang jauh. Karena arsip bisa disimpan dalam bentuk digital dan ditelusuri secara online.
Ke depannya akan semakin banyak dokumen yang berupa berkas digital. Menghadapi kenyataan ini, mau tidak mau perusahaan harus memiliki kemampuan manajemen arsip digital.
Bagaimana berpindah dari sistem pengarsipan konvensional ke sistem pengarsipan digital?
Ada dua cara, pertama hanya membuat digital filing system, persis seperti katalog dalam bentuk digital. Kedua, selain membuat digital filing system juga mengkonversi berkas dokumen fisik ke dalam media digital. Cara yang kedua ini cukup mahal dan tak mudah.
Mengubah tumpukan arsip fisik menjadi berkas digital atau digitalisasi arsip adalah proyek strategis yang membutuhkan ketelitian. Jika dilakukan asal pindai, Anda hanya akan memindahkan “sampah fisik” menjadi “sampah digital” yang sulit dicari.
Beberapa perusahaan besar menggunakan langkah-langkah sistematis sebagai berikut:
Mendesain arsitektur folder penyimpanan arsip digital seperti membuat peta yang logis. Prinsip utamanya adalah hierarki dan konsistensi. Jangan biarkan karyawan membuat folder berdasarkan kemauan sendiri.
Berikut praktik terbaik dalam menyimpan arsip digital:
1. Gunakan struktur top down
Bagi folder berdasarkan struktur kerja yang ada di perusahaan, misalnya berdasarkan nama departemen atau divisi. Kemudian berikan prefix penomoran di awal nama folder. Secara umum, komputer akan mengurutkan folder berdasarkan abjad. Penomoran berguna untuk mengatur urutan tersebut.
01_Legal
02_Finance
03_Marketing
...
2. Kedalaman folder
Jangan biarkan tiap divisi menyimpan berkas secara bebas. Atau kedalaman folder, karena folder yang terlalu bertingkat akan menyulitkan pencarian.
Sebagai best practice, tentukan maksimal 4 level folder. Misalnya, sub folder dibagi ke dalam kategori penanggalan.
Level 1: Departemen (03_Finance)
Level 2: Kategori (Misal, invoices atau kwitansi)
Level 3: Tahun
Level 4: Bulan
3. Standarisasi nama berkas
Nama berkas sangat krusial agar berkas dapat ditelusuri dengan mudah. Gunakan format ISO Date (YYYYMMDD) agar file tersusun otomatis berdasarkan waktu.
Contoh:
[Tanggal]_[Kategori]_[NamaDokumen]_[Versi]
Buruk: kontrak_baru_final_banget.pdf
Bagus: 20240213_KTR_Pelatihan-CS_v01.pdf
4. Keamanan dan hak akses
Dalam organisasi besar, mungkin tidak semua orang bisa mengakses semua berkas dokumen. Maka lakukan perlindungan dengan menetapkan siapa saja yang berhak mengakses dokumen apa.
