Daftar Pelatihan
Yang Kami Selenggarakan
Mengapa perlu pelatihan SDM?
Seorang profesional di bidang sumber daya manusia dituntut untuk memiliki wawasan yang memadai. Hal ini terkait dengan sifat pekerjaanya yang lintas sektoral. Pelatihan SDM menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas para profesional agar bisa mengelola HR organisasi dengan efektif.
Divisi Sumber Daya Manusia memiliki cakupan tugas yang sangat luas. Bahkan seringkali mencakup tugas-tugas general affair hingga hubungan industrial. Selain itu divisi SDM juga biasanya diberikan wewenang dan tanggung jawab untuk mencari dan merencanakan training bagi divisi-divisi lainnya.
Kami menyelenggarakan ragam pelatihan di bidang sumber daya manusia, baik yang umum maupun spesifik. Mulai dari tingkat staf hingga direktur.
Training non sertifikasi vs sertifikasi
Training non sertifikasi dan training sertifikasi sebenarnya memiliki tujuan yang berbeda. Training non sertifikasi berorientasi pada proses pembelajaran, sedangkan training sertifikasi berorientasi pada pembuktian kompetensi.
Training non sertifikasi memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta untuk belajar, bereksplorasi, dan meningkatkan kemampuan tanpa tekanan harus lulus suatu standar tertentu. Peserta dapat lebih fokus memahami konsep dan mengembangkan wawasan baru.
Bagi perusahaan, jenis pelatihan ini juga lebih fleksibel karena materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, biaya penyelenggaraannya umumnya lebih rendah sehingga memungkinkan lebih banyak karyawan untuk mengikuti pelatihan dalam waktu yang bersamaan.
Di sisi lain, training sertifikasi menawarkan nilai tambah berupa pengakuan kompetensi yang lebih kuat. Setelah mengikuti pembelajaran, peserta akan menjalani asesmen yang dirancang untuk mengukur apakah ia benar-benar mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya sesuai standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, sertifikat yang diperoleh menjadi bukti bahwa peserta telah dinyatakan kompeten oleh lembaga yang berwenang. Hal ini memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi bagi perusahaan, pengguna jasa, maupun dunia industri.
Sertifikasi membuktikan bahwa pemegang sertifikat telah diverifikasi melalui proses penilaian yang terstruktur dan objektif. Misalnya sertifikasi profesi yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kedua jenis pelatihan tersebut bukanlah pilihan yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Banyak organisasi menerapkan pendekatan bertahap, yaitu memberikan pelatihan terlebih dahulu sebagai sarana pengembangan kompetensi. Kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi sebagai bentuk validasi dan pengakuan resmi atas kompetensi yang telah dimiliki peserta.
Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara optimal sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kompetensi yang telah terverifikasi.